Oleh: chobish | Desember 14, 2013

Perpustakaan dan Rencana Menghadapi Bencana

Perpustakaan dan Rencana Menghadapi Bencana

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Pustakawan ISI Yogyakarta

Setiap organisasi berdiri dengan tujuan tertentu. Begitu pula perpustakaan, sebagai organisasi publik lembaga ini memiliki tujuan tertentu. Salah satu tujuan organisasi ini adalah memberikan layanan informasi kepada pemustaka. Perpustakaan senantiasa berusaha memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.

Informasi merupakan produk layanan perpustakaan. Informasi yang dilayankan perpustakaan kepada pemustaka tersimpan dalam berbagai media. Media penyimpanan tersebut dapat berupa media tercetak dan elektronik. Buku, majalah, laporan merupakan contoh dari media cetak yang merekam informasi. sedangkan Compact disk, DVD, Kaset dan video merupakan contoh dari media elektornik yang dapat merekam informasi.

Dalam rangka melayankan informasi kepada pemustaka, perpustakaan perlu memperhatikan kondisi fisik dari media penyimpanan tersebut. Perpustakaan dan pustakawan harus memastikan bahwa secara fisik media tersebut dalam kondisi baik. Usaha ini diperlukan agar informasi yang ada di dalamnya dapat diakses oleh pemustaka sampai kapanpun. Perpustakaan harus melakukan berbagai usaha sehingga koleksi terjaga dengan baik. Baca Lanjutannya…

Perpustakaan SMP Terbaik Tahun 2013 Se Jawa Timur Menggunakan SLiMS 5

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Pustakawan ISI Yogyakarta

SMPN 2 Bojonegoro merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama di Provinsi Jawa Timur. SMPN 2 Bojonegoro terletak didalam kota Bojonegoro tepatnya berada di JL. Dr. Wahidin No. 82. SMP N 2 Bojonegoro ini pernah menjadi sekolah rintasan bertaraf internasional.

 

Sekolah ini memiliki perhatian yang besar terhadap pengelolaan dan pengembangan perpustakaan. Perpustakaan SMPN 2 Bojonegoro telah memiliki koleksi yang memadai bagi pemenuhan kebutuhan bahan bacaan warga sekolah, SDM Pengelola perpustakaan yang memadai, anggaran pengelolaan sekolah dan didukung dengan ruang yang luas serta desain interior yang menarik. Perpustakaan ini juga telah menggunakan SLiMS 5 (meranti) untuk mendukung kegiatan otomasi perpustakaan.

perpusbojo1

Sebagai penghargaan atas perhatian sekolah terhadap perpustakaan maka Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Timur memberikan perhargaan sebagai Juara 1 Lomba Perpustakaan sekolah tingkat SMP pada Tahun 2013 kepada Perpustakaan SMP N 2 Bojonegoro. Tidak hanya itu pada tahun ini, Perpustakaan SMP N 2 Bojonegoro juga diajukan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Timur untuk diakreditasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

 

Prestasi yang diraih oleh Perpustakaan SMPN 2 Bojonegoro merupakan hasil kerjasama semua elemen sekolah. Berbagai elemen sekolah seperti Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Guru, Pustakawan, Siswa dan Stake holder perpustakaan. Sinergi berbagai elemen inilah yang menyebabkan perpustakaan ini mampu memperoleh berbagai prestasi tersebut.

perpusbojo2

Oleh: chobish | Desember 12, 2013

Jurnal Elektronik Bidang Kesehatan

Jurnal Elektronik Bidang Kesehatan

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Referensi memiliki peranan penting dalam mendukung proses belajar yang dilakukan seseorang. Referensi yang digunakan tersebut dapat berupa buku, makalah, jurnal dan referensi lainnya.

Format referensi tersebut tersimpan dalam format tercetak dan digital. Format referensi ini menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang berlaku di masyarakat. Awalnya ketika masyarakat hanya mengenal kertas sebagai media penyimpanan maka referensi tersebut disajikan dalam media tercetak seperti buku, majalah, dan makalah. Namun, ketika masyarakat mulai mengenal informasi dalam format digital maka referensi juga mulai tersimpan dalam format digital.

Keberadaan referensi dalam format digital melengkapi eksistensi referensi tercetak yang selama ini mendominasi media penyimpanan informasi. Kemajuan ini semakin memanjakan masyarakat dalam mengakses informasi yang terekam dalam berbagai koleksi referensi. Baca Lanjutannya…

Oleh: chobish | Desember 11, 2013

Menjual Profesi Pustakawan

Menjual Profesi Pustakawan

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Staf Perpustakaan ISI Yogyakarta

Dua bulan yang lalu saya mendampingi sebuah sekolah yang akan maju dalam lomba perpustakaan sekolah. Seperti biasanya bagi sekolah kurang focus dalam pengelolaan perpustakaan, sekolah tersebut akan mengundang pihak lain yang dianggap kompeten untuk membantu persiapan menghadapi lomba. Tidak hanya mengundang pihak di luar sekolah, semua elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan siswa dilibatkan dalam persiapan ini. Semuanya membantu persiapan administrasi lomba sampai dengan merapikan buku-buku di rak.

Sore itu, saya datang ke sekolah dan melakukan perbaikan jaringan komputer serta setting komputer yang dipersiapkan untuk absen siswa. Setelah semuanya siap, kemudian saya meminta beberapa siswa untuk melakukan simulasi absen dengan menggunakan computer yang telah disediakan. Ketika siswa tersebut melakukan simulasi, beberapa orang siswa terkejut dengan fasilitas absen yang baru saja mereka gunakan, mereka begitu nyaman dengan absen ini “wah enaknya absennya canggih, gak perlu nulis lagi dibuku, ini baru keren bu” tutur seorang siswa kepada guru pustakawan yang kebetulan berada di dekat saya. “Iya asik bu absennya lebih cepat” ucap siswa lainnya. Pernyataan seperti ini biasa saya dengar ketika bertemu dengan orang yang baru menggunakan fasilitas visitor counter (absen) yang disediakan oleh perangkat lunak SLiMS (perangkat lunak otomasi perpustakaan berbasis open source). Pernyataan yang sedikit berbeda dan membuat saya terkejut adalah “Pak kalau mau bisa, membangun perpustakaan dan system seperti ini kuliah di mana pak?” , “Iya pak kuliah di mana pak?” dua orang siswa bertanya secara berurutan kepada saya. Mendengar pertanyaan ini membuat saya bangga sebagai seorang pustakawan karena ternyata dua orang siswa tersebut tertarik dengan profesi yang saya geluti. Sembari berbalut dengan rasa bangga saya jawab “jurusan ilmu perpustakaan”. “Oh ada jurusan kayak gitu pak” respon seorang anak ketika mendengar jawaban saya. “Iya ada, mulai dari level diploma dua bahkan sampai program doctoral” jawab sama.” Wah asik juga tuh, kelihatannya, kalau peluang kerjanya gimana pak? Tanya seorang siswa. “Peluang kerjanya terbuka lebar karena jurusan ini tidak berdiri di semua perguruan tinggi di Indonesia, jadi langka, saya hanya mengangung satu bulan setelah lulus kuliah dan bekerja sebagai seorang pustakawan sampai sekarang” jawab saya lebih lanjut. “wah kalau begitu setelah lulus kuliah ini bisa jadi pertimbangan kami pilih jurusan apa pak” kata seorang siswa sembari mereka meninggalkan meja computer absen dan kembali melakukan shelving (mengembalikan buku di rak). Baca Lanjutannya…

SLiMS Commet 2013: Dari Komunitas Lokal Menu Komunitas Global

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Pustakawan Institut Seni Indonesia Yogyakarta

 

Tanggal 7 dan 8 Desember 2013 ini, bertempat di Gedung Balai Korem 061/ Surya Kencana Bogor, pengguna aplikasi SliMS (Senayan Library Managent System atau aplikasi untuk membangun otomasi perpustakaan) di Indonesia atau yang lebih dikenal komunitas SliMS memiliki hajat besar yaitu SliMS Community Meeup atau yang dikenal dengan sebutan SLIMS Commet. SLIMS Commet  merupakan sarana bagi pengguna SLIMS untuk berkumpul dan berdiskusi terkait isu-isu terbaru bidang perpustakaan, rencana pengembangan SLIMS serta bercerita tentang implementasi SLIMS di daerah masing-masing.

SLIMS Commet dilaksanakan sekali dalam setahun dan dilaksanakan ditempat yang berbeda dari tahun ke tahun. SLIMS Commet  2013 yang dilaksanakan di Bogor ini merupakan SLIMS Commet yang ke dua. SliMS Comment yang pertama dilaksanakan tahun lalu di Yogyakarta. Baca Lanjutannya…

Oleh: chobish | Desember 4, 2013

Pustakawan Demo, Emang Masalah Buat Gue?

Pustakawan Demo, Emang Masalah Buat Gue?

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Masih segar di ingatan kita ketika beberapa hari lalu ribuan dokter dari berbagai daerah di Indonesia melakukan aksi demo. Aksi ini dilatarbelakangi oleh keputusan Mahkamah Agung yang memovis dr. Dewa Ayu Sasiary, dr Hendry Simanjuntak, dan dr Hendy Siagian dengan 10 bulan penjara. Ketiga dokter tersebut dianggap  melakukan malpraktik dalam membantu proses persalinan pasien Julia Maketey hingga meninggkal dunia pada tanggal 10 April 2010 silam.

Dampak dari aksi yang dilakukan oleh para dokter ini adalah terganggunya berbagai layanan kesehatan di banyak rumah sakit di Tanah Air. Banyak pasien yang tertunda memperoleh layanan karena dokter yang akan memeriksanya terlibat dalam aksi demo. Jika semua aksi demo ini dilakukan oleh dokter maka dapat dipastikan akan terjadi gangguan stabilitas nasional karena tidak ada dokter yang memberikan layanan kesehatan. Kekacauan mungkin akan terjadi dimana-mana.

Lalu bagimana jika yang melakukan demo adalah pustakawan? Apakah aksi demo ini mampu menggangu stabilitas nasional, atau pada skala kecil mampu mengganggu proses pendidikan di Institusi masing-masing sehingga pimpinan di lembaga masing-masing tergugah hatinya untuk memperhatikan perpustakaan. Baca Lanjutannya…

Oleh: chobish | Desember 2, 2013

Zakat untuk Pengembangan Perpustakaan

Zakat untuk Pengembangan Perpustakaan

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Perpustakaan Intitut Seni Indonesia Yogyakarta

Saat ini telah banyak orang yang mengerti arti penting serta manfaat dari membaca. Dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi dan memperoleh pengetahuan baru. Melihat manfaat dari membaca, masyarakat mulai melakukan pembinaan minat baca. Pembinaan minat baca itu dilakukan mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa.  Pembinaan minat baca ini, diharapkan mampu menghasilkan budaya baca. Dengan budaya baca masyarakat maka akan membawa bangsa menjadi bangsa yang cerdas dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Salah satu lembaga pembina minat baca adalah perpustakaan. Perpustakaan melalui berbagai koleksi yang dihimpunnya dapat berfungsi sebagai lembaga pembina minat baca masyarakat. Minat baca sangat ditentukan oleh faktor ketersediaan bahan bacaan. Seseorang tidak akan membaca tanpa tersedianya bahan bacaan. Di sinilah fungsi strategis perpustakaan dalam pembinaan minat baca masyarakat yaitu sebagai lembaga yang menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat secara Cuma-Cuma.  Pembinaan minat baca sering terhambat karena faktor ketersediaan bahan bacaan dan perpustakaan merupakan solusinya.

Namun sayangnya, masih banyak perpustakaan di Tanah Air yang tidak memerankan fungsinya secara maksimal. Hal ini disebabkan karena jumlah koleksi yang tidak memadai, koleksi yang tidak update, keterbatasan sarana dan prasarana.  Selain itu jumlah perpustakaan saat ini, bukan jumlah ideal untuk melayani masyarakat Indonesai, baik itu perpustakaan umum maupun perpustakaan di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Kondisi atau permasalah ini terjadi karena masalah klasik yang dihadapi bangsa ini yaitu masalah keterbatasan dana.

Permasalah ini harus segera dicarikan solusinya. Solusi diperlukan agar perpustakaan mampu menjadi lembaga yang ideal bagi pembinaan minat baca masyarakat. Apabila perpustakaan mampu memerankan fungsinya dengan baik maka minat baca masyarakat akan meningkat. Peningkatan minat baca akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia dan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Lalu solusi konkret seperti apa untuk mengatasi masalah keterbatasan dana bagi pengembangan perpustakaan? Apakah penyelesaian permasalahannya ini hanya dibebankan kepada pemerintah? Tanggung jawab penyelesaian permasalahan ini sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun jika dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah mungkin penyelesaian permasalahan ini akan memakan waktu lama karena perpustakaan menjadi prioritas ke sekian dalam berbagai pembangun yang dilakukan. Cara yang lebih efektif untuk mengatasai keterbasan dana ini adalah dengan melibatkan masyarakat. Sudah selayaknya masyarakat sebagai pengguna perpustakaan diposisikan sebagai subjek dalam pengembangan perpustakaan dan tidak hanya difungsikan sebagai objek pelayanan perpustakaan.

Salah satu bentuk usaha melibatkan masyarakat dalam membantu mengatasi masalah keterbatasan dana bagi pengembangan perpustakaan adalah pemanfaatan dana zakat masyarakat. Sebagain besar agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia adalah agama islam. Dalam ajaran islam dikenal istilah zakat. Zakat dapat dimanfaatkan bagi pembangunan perpustakaan. Sebagian dari dana zakat yang terkumpul dapat dimanfaatkan bagi pengembangan perpustakaan.

Dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 disebutkan Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Harta yang wajib dizakati antara lain hasil pendapatan, emas, perak, uang, perdagangan, perusahaan, hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan hasil peternakan. Melalui zakat ini, kaum muslim atau orang islam berusaha untuk membersihkan dirinya dan hartanya. Hasil dari pengumpulan dana dari zakat ini kemudian dikembalikan ke masyarakat untuk didayagunakan sehingga mampu memperbaiki taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat. Zakat merupakan salah satu ajaran islam yang mengajarkan orang muslim untuk berempati kepada lingkungan sekitar. Zakat berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Dalam usaha meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat zakat dimanfaatkan dalam berbagai macam bentuk. Bentuk pemanfaatan zakat diantara lain diserahkan langsung kepada masyarakat yang berhak dalam bentuk materi, pemberiaan beasiswa, perbaikan fasilitas pendidikan atau pemberiaan modal bagi pengembangan usaha bersama masyarakat. Bentuk lain dari pemanfaatan zakat yang perlu diperhitungkan adalah bagaimana kemudian zakat dimanfaatkan sebagai sumber dana bagi pengembangan perpustakaan.

Zakat yang terkumpul sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membangun atau pengembangan perpustakaan. Zakat untuk pengembangan perpustakaan atau untuk membangun perpustakaan dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan atau pendayagunaan zakat karena berbagai alasan. Alasan tersebut antara lain pertama, perpustakaan menyediakan bahan bacaan yang mengandung pengetahuan praktis (misalnya buku tentang bercocok tanam, memperbaiki kendaraan bermotor dan pengetahuan praktis lainnya) yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk membangun usaha. Kedua, Perpustakaan tersimpan berbagai koleksi yang apabila dibaca oleh masyarakat maka akan menambahkan wawasan pembaca sehingga dapat meningkatkan status ekonomi atau sosial seseorang di masyarakat. Ketiga, Perpustakaan melalui koleksi yang dimilikinya dapat mendukung anggota masyarakat yang berstatus sebagai pelajar untuk meningkatkan prestasi akademiknya.

Jika melihat berbagai alasan serta arti penting perpustakaan tersebut maka sudah selayaknya jika jumlah serta kualitas perpustakaan perlu ditingkatkan. Berbicara masalah peningkatan jumlah dan kualitas perpustakaan tidak dapat dilepaskan dari masalah dana. Salah satu sumber dana yang dapat dimanfaatkan adalah zakat masyarakat. Zakat yang dikumpulkan dari masyarakat dapat dimanfaatkan untuk pendanaan perpustakaan. Dengan pemanfaatan zakat untuk pengembangan dan menambah jumlah perpustakaan maka pengembangan perpustakaan di Tanah Air tidak perlu bergantung kepada pemerintah. Dengan demikian maka pengembangan perpustakaan di Tanah Air akan lebih cepat.

Oleh: chobish | Desember 2, 2013

Manajemen Arsip Digital dengan OpenDocMan

Manajemen Arsip Digital dengan OpenDocMan

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Pustakawan Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Di awal, masyarakat hanya mengenal dokumen tercetak sebagai media menyimpan informasi. dokumen tercetak inilah yang selanjutnya disebut dengan istilah arsip.  Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi arsip tidak hanya tersimpan dalam format tercetak tetapi juga format digital.

Saat ini dengan mudah seseorang dapat mengahasilkan arsip dalam format digital. ketika ada menyusun laporan dan mengetiknya dengan menggunakan aplikasi Microsoft Office maka, file yang anda hasilkan adalah arsip dalam format digital. Dengan kata lain arsip tersebut merupakan arsip yang terlahir dalam format digital atau born digital.

Lalu pertanyaan adalah, bagaimana mengelola arsip dalam format digital tersebut? apakah pengelolaan sama dengan pengelolaan arsip dalam format tercetak? Ataukah konsep pengelolaannya berbeda? Baca Lanjutannya…

Optimalisasi Media On-line oleh Pustakawan Perguruan Tinggi

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

 

Pendahuluan

Kehadiran produk-produk teknologi informasi dan internet melahirkan media baru yang dikenal dengan media on-line. Blog, website, media sosial merupakan contoh kongkret dari media online. Media on-line saat ini begitu populer di kalangan masyarakat kita dan keberadaannya melengkapi keberadaan media cetak ataupun media elektronik yang telah ada sebelumnya.

Media on-line tersebut merupakan media yang merekam  berbagai informasi dalam format digital. Saat ini informasi mulai diciptakan sebagai born digital. Born digital merupakan semua materi yang pada dasarnya dibuat sebagai materi digital dan akan digunakan dan dipertahankan sebagai materi digital. Seorang peneliti yang menulis hasil risetnya dengan menggukan aplikasi Ms Word dan mempublikasikan karya tersebut dalam blog yang dimiliki peneliti maka laporan tersebut merupakan born digital (Putu Laxman Pendit, 2008; 34).  Sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa layanan informasi maka perpustakaan perlu mengambil sikap terhadap keberadaan berbagai media online tersebut. Upaya ini dilakukan agar perpustakaan mampu mengambil manfaat dari pertumbuhan media ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: chobish | Januari 9, 2012

PNPM Mandiri Versi Perpustakaan

PNPM Mandiri Versi Perpustakaan
Oleh
Heri Abi Burachman Hakim
Staf Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Setiap negara tentu memiliki cita-cita atau tujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Tidak terkecuali bangsa Indonesia, bahkan cita-cita ini diabadikan dan diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Para pendiri bangsa ini sadar betul bahwa kesejateraan rakyat adalah cita-cita yang harus diwujudkan sehingga perlu untuk dicantumkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Bagi bangsa Indonesia Undang-Undang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan negara.
Pemerintah sendiri telah menggulirkan berbagai program untuk mensejahterakan masyarakat. Inpres desa tertinggal, otonomi daerah dan program terbaru Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri atau yang lebih dikenal dengan PNPM mandiri merupakan program yang dirancang untuk mensejahteranakan masyarakat Indonesia. PNPM Mandiri merupakan program terbaru pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PNPM Mandiri merupakan program yang diluncurkan oleh pemerintah dalam upaya Pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja melalui konsolidasi program-program pemberdayaan masyarakat yang ada di berbagai kementerian atau lembaga (Tim Penyusun Pedoman Umum PNPM Mandiri, 2007). Dengan program ini pemerintah berharap mampu menekan angka kemiskinan di Tanah Air sehingga mampu meningkatkan kesejahtreraan masyarakat Indonesia.
Dari konsep yang digunakan dalam program ini, dapat diketahui bahwa pemerintah mulai menyadari bahwa masyarakat merupakan modal dalam pembangunan. Pemberdayaan masyarakat merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menjadikan masyarakat sebagai ujung tombak dalam meningkatan kesejahteraannya sendiri. Masyarakat menjadi aktor utama dalam penanggulangan kemiskinan yang dilibatkan dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori