Oleh: chobish | Februari 2, 2011

Aplikasi Berbasis Content Management System (CMS) dan Manfaatnya bagi Dunia Perpustakaan


Aplikasi Berbasis Content Management System (CMS) dan Manfaatnya bagi Dunia Perpustakaan

 

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Staf UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

Kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi menghadirkan manfaat di semua bidang kehidupan, tidak terkecuali dunia perpustakaan. Produk-produk yang dihasilkan dari kemajuan yang terjadi memungkinkan perpustakaan memberikan layanan yang semakin berkualitas kepada pengguna perpustaan serta mendekatkan layanan dan koleksi perpustaan kepada pengguna perpustakaan. Salah satu kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dimanfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan adalah kehadiran aplikasi berbasis Content Management System (CMS). Selama ini CMS lebih dikenal sebagai aplikasi yang digunakan untuk mempermudah pembangunan serta pengelolaan sebuah website. Padahal aplikasi CMS tidak hanya dapat digunakan untuk membangun website, banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi ini.

Kata Kunci: Content Management System, Perpustakaan,

Pendahuluan

Saat ini teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dipisahkan dari aktivitas umat manusia. Mereka yang bekerja dalam bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi bahkan dakwah sekalipun mulai bergantung pada produk-produk teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung  keberhasilan aktivitas yang dilakukan dalam berbagai bidang-bidang tersebut.

Tidak ada bidang yang mampu menolak kehadiran teknologi informasi dan komunikasi, tidak terkecuali perpustakaan. Perpustakaan bahkan mulai membutuhkan teknologi informasi dan komunikasi layaknya kebutuhan pokok yang harus dipenuhi guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan kepada pengguna. Perpustakaan yang berusaha menolak kehadiran teknologi informasi dan komunikasi akan ditinggalkan oleh pengguna perpustakaan karena kebutuhan pengguna akan layanan perpustakaan semakin kompleks dan kebutuhan ini hanya dapat dipenuhi dengan bantuan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini dapat dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu perkembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perpustakaan berpeluang mengambil keuntungan dalam perkembangan ini. Keuntungan yang akan diwujudkan dalam perbaikan kualitas layanan.

Khusus untuk perkembangan perangkat lunak,   perpustakaan mengambil banyak perpustakaan karena munculnya gerakan free open source software[1] yang memungkinkan perpustakaan memperoleh software untuk berbagai keperluan secara gratis. Bahkan karena sifatnya yang open source[2] perpustakaan dapat mengembangan perangkat lunak berbasis free open source software sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu jenis software yang termasuk dalam ketegori free open source software adalah content management system atau yang dikenal dengan CMS. CMS lebih dikenal sebagai aplikasi yang digunakan untuk membangun serta mengelola web dengan mudah dan murah. Padahal sebenarnya aplikasi CMS tidak hanya  dapat digunakan untuk membangun web. Untuk itu melalui  tulisan ini, penulis ini berbagi pengetahuan tentang CMS. Seperti apakah aplikasi berbasis CMS  dan manfaatnya apa yang dapat diperoleh perpustakaan dengan kehadiran aplikasi ini.

Pembahasan

Definisi CMS

Ketika berbicara tentang Content Management System atau yang lebih dikenal dengan CMS maka tidak dapat dipisahkan dari kata website. Masyarakat juga lebih mengenal CMS sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk membangun sebuah website. Persepsi seperti ini muncul karena masyarakat Indonesia terbiasa mengunakan CMS sebagai alat untuk membangun website.

Sebuah definisi mengungkapkan bahwa CMS adalah sebuah sistem yang mempermudah penciptaaan sebuah website dinamis, di mana dalam sistem ini pengelolaan isi dan tampilan teknis dipisahkan antara editor, web master, web designer dan web developer.  Dengan pemisahan ini editor dapat mengelola isi website tanpa harus tergantung pada web master. Selanjutnya web developer bertanggung jawab atas dalam pengelolaan teknis dari sistem yang dipakai. Sedangkan web desainer bertanggung jawab terhadap tampilan yang digunakan  (Kemas Yunus Antonius, 2007: 2)[3]. Eksisten CMS memberikan peluang pembangunan serta pengelolaan website lebih mudah. Untuk membangun atau mengelola isi dari website seseorang tidak perlu menguasai aplikasi desain web atau bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun sebuah website seperti bahasa HTML, PHP, ASP dan bahasa pemrograman  lainnya.

Menurut Wikipedia Content Management System atau CMS adalah  aplikasi komputer yang digunakan untuk membuat, memperbaharui, mengelola atau mempublikasikan isi dalam sebuah sistem yang teroganisir dan konsiten. CMS digunakan untuk menyediakan, mengawasi, memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen spesifik seperti artikel, manual operator, manual teknis, panduan penjualan dan brosur penjualan. Sebuah CMS dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen elektronik dan isi website[4].

Definisi lain mengungkapkan bahwa secara sederhana CMS dapat diartikan sebagai aplikasi yang digunakan untuk mengatur dokumen dan isi sebuah sistem. Lebih lanjut dikemukakan bahwa CMS sendiri terdiri dari dua struktur yaitu frontend dan Backed. Frontend adalah tampilan halaman web, yaitu halaman yang diakses oleh pengunjung umum. sedangkan Backend adalah bagian administrasi yang hanya bisa diakses sang pemilik web maupun orang-orang yang telah ditunjuk untuk melakukan manajemen website atau istilah umumnya halaman admin (admin page)[5].

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan CMS tidak hanya sebatas pengelolaa website. Konsep kerja CMS mulai diadopsi untuk mengembangkan berbagai aplikasi. Dengan mengadopsi konsep kerja CMS pengembang aplikasi berharap bahwa operasional sebuah aplikasi mudah dilakukan tanpa harus bergantung pada pengembang aplikasi. Konsep kerja CMS mulai digunakan untuk membangun ensiklopedi online, membangun forum diskusi atau untuk membangun e-learning.

CMS Peluang Pengembangan Perpustakaan

Di atas telah dijelaskan tentang definisi CMS, namun belum dijelaskan memanfaatan CMS secara lengkap. Atau dengan katalain apa yang dapat dilakukan dengan CMS. Apakah CMS hanya dapat digunakan sebagai alat untuk membangun sebuah website lembaga atau institusi[6].

CMS sebenarnya tidaknya dapat digunakan untuk membangun sebuah website, banyak hal yang dapat dilakukan dengan CMS. Menurut Onno W. Purbo secara garis besar CMS dapat digunakan untuk membangun website, forum diskusi, ensikopedi on-line dan e-learning.

Di Indonesia sendiri sudah banyak lembaga yang memanfaatkan jenis teknologi ini Lembaga bisnis atau ekonomi, lembaga pendidikan, pemerintah daerah atau bahkan lembaga dakwah untuk melakukan dakwah. Berbagai lembaga tersebut menggunakan CMS sebagai sarana untuk membangun website, membangun portal belanja on-line atau yang lebih dikenal dengan e-commerce, membangun forum diskusi serta sebagai sarana untuk membangun komunitas belajar di dunia maya melalui e-learning.

Jika banyak lembaga yang memulai memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung aktivitas yang dilakukan lembaga, maka perpustakaan juga dapat meniru langkah berbagai lembaga yang telah memanfaatkan CMS untuk mulai menggunakan CMS dalam mendukung layanan dan aktivitas perpustakaan. Perpustakaan dapat mengadopsi teknologi CMS untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan.

Seperti telah dikemukakan di atas bahwa CMS dapat digunakan untuk membangun web site, forum diskusi, ensiklopedi on-line dan e-learning maka perpustakaan dapat memilih aplikasi CMS sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Misalnya perpustakaan dapat menggunakan aplikasi CMS untuk membangun website perpustakaan, membangun forum diskusi perpustakaan dan membangun ensiklopedi  online yang dapat digunakan untuk menunjang layanan referensi.

Keberadaan website yang dibangun dengan menggunakan aplikasi berbasis CMS dapat dimanfaatkan perpustakaan sebagai sarana publikasi perpustakaan. Forum diskusi dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antara pengguna dengan pengelola perpustakaan. Sedangkan ensiklopedi dapat digunakan untuk menunjang layanan referensi yang dilakukan perpustakaan. Dan untuk membangun website, forum diskusi dan eksiklopedi on-line staf perpustakaan atau pustakawan tidak harus mahir dengan bahasa pemrograman web, dengan menggunakan aplikasi berbasis CMS staf perpustakaan atau pustawakan dapat dengan mudah membuat website, forum diskusi atau ensiklopedi on-line.

Staf perpustakaan atau pustakawan perlu belajar menggunakan aplikasi berbasis CMS. Dengan belajar menggunakan aplikasi berbasis CMS maka staf perpustakaan atau pustakawan akan mampu membuat website, forum diskusi atau ensiklopedi online. Hal ini berarti bahwa perpustakaan telah mencoba untuk mengurangi ketergantungan terhadap praktisi teknologi informasi yang mengambil banyak keuntungan dari ketidaktahuan staf perpustakaan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Dengan demikian anggaran untuk pemanfaatan jasa praktisi teknologi informasi oleh perpustakaan dapat dialokasikan untuk bidang lain yang lebih penting seperti pengembangan koleksi perpustakaan.

Web Site Berbasis CMS

Seperti telah disebutkan di atas bahwa salah satu fungsi aplikasi berbasis CMS adalah untuk membangun website. Staf perpustakaan dapat membangun dan mengelola  website perpustakaan dengan mudah. Dengan konsep kerja aplikasi berbasis CMS untuk membangun sebuah website staf perpustakaan cukup melakukan instalasi aplikasi seperti intalasi aplikasi berbasis web dan untuk mengelola isi atau meteri dari website tersebut staf perpustakaan dapat menggunakan interface yang disediakan tanpa harus melakukan editing terhadap skrip website.

Banyak perpustakaan di Tanah Air yang telah menggunakan aplikasi berbasis CMS untuk membangun websitenya. Mulai dari perpustakaan sekolah, perpustakaan umum sampai dengan  perpustakaan perguruan tinggi menggunakan aplikasi berbasis CMS untuk membangun website perpustakaan. Perpustakaan yang menggunakan aplikasi berbasis CMS untuk membangun web antara lain Perpustakaan Universitas Indonesia, Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Universitas Pendidikan Indonesia dan masih banyak lagi perpustakaan yang menggunakan CMS untuk membangun website perpustakaannya.

Motivasi berbagai perpustakaan tersebut menggunakan aplikasi berbasis CMS untuk membangun website perpustakaan beragam. Motivasi yang melatarbelakangi perpustakaan membuat website dengan aplikasi berbasis CMS antara lain karena proses pembuatan website mudah, manajemen isi mudah dilakukan tanpa harus menguasai bahasa pemrograman web serta tidak harus lagi bergantung pada praktisi teknologi informasi untuk membangun website.

Aplikasi berbasis CMS yang digunakan untuk membangun website perpustakaan beragam jenisnya dan jumlahnya sangat banyak. Perpustakaan di Indonesia sendiri berbeda-beda dalam memilih aplikasi berbasis CMS yang digunakan untuk membangun website perpustakaan. Berbagai aplikasi berbasis CMS yang dapat digunakan untuk membangun website perpustakaan antara lain.

  1. Joomla

Joomla saat ini adalah salah satu CMS yang paling banyak digunakan. CMS ini menjadi CMS yang paling banyak digunakan karena stabil, memiliki modul atau fasilitas yang lengkap dan memiliki prospek pengembangan yang bagus karena didukung oleh banyak komunitas termasuk komunitas pengguna.

Untuk mengunduh aplikasi CMS ini dapat diunduh di www.joomla.org. Selain paket instalasi dalam website ini juga tersedia modul-modul atau template yang dapat mempercantik tampilan website serta meningkatkan kualitas website.

Secara khusus joomla menawarkan kemudahan bagi pengelola perpustakaan dalam pengelolaan website serta dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan kepada pengguna. Joomla menyediakan berbagai modul yang khusus untuk perpustakaan. Modul-modul khusus tersebut antara lain kompone katalog online yang memungkinkan tergabung dengan sistem otomasi perpustakaan berbasis OpenBiblio[7] serta komponen yang memungkinkan perpustakaan mempublikasikan e-book atau koleksi digital lainnya yang dimiliki perpustakaan[8]. Dengan modul Joomlib ini website perpustakaan tidak hanya mempublikasikan koleksi e-book atau koleksi digital yang di perpustakaan, tetapi juga memungkinkan pengguna perpustakaan mengunduh koleksi e-book tersebut secara langsung melalui website perpustakaan.

Di Indonesia perpustakaan yang menggunakan aplikasi ini untuk membangun website lembaganya adalah Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, Jaringan Perpustakaan Lingkungan Hidup dan banyak perpustakaan di lingkungan Universitas Gadjah Madadi Indonesia .

  1. Mamboo

Mamboo memiliki kesamaan dengan Joomla. Modul serta fasilitas yang disediakannya sama dengan modul atau fasilitas-fasilitas yang disediakan Joomla. Pengguna CMS mengenal Mamboo sebagai cikal bakal dari lahirnya Joomla.

  1. Drupal

Jenis aplikasi CMS lainnya yang sering digunakan adalah Drupal. Motivasi pengguna untuk menggunakana aplikasi ini karena perangkat lunak ini fleksibel. Dengan pilihan modul, kostumisasi dan pilihan templete (thema) yang tepat website yang indah dan dengan fungsi yang kompleks dapat dibuat dengan mudah.

Untuk mengunduh CMS ini dapat diperoleh melalui website resminya di www.drupal.org. Di dalam website resmi cms ini juga modul-modul, template (thema) dan berita terbaru seputar CMS drupal.

Perpustakaan di Indonesia yang menggunakan aplikasi CMS ini untuk membangun website perpustakaa adalah Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (http://www.library.ums.ac.id/),

  1. PHP Fusion.

Aplikasi CMS lainnya adalah PHP fusion. Aplikasi CMS didesain secara sederhana sehingga dengan tujuan agar pengguna mudah digunakan dan dioperasikan. Salah satu perpustakaan universitas terbesar di Indonesia yaitu Perpustakaan Universitas Indonesai menggunakan PHP fusion untuk membangun website perpustakaan (http://www.lib.ui.ac.id/news.php).

Gambar 3. Halaman depan website yang dibangun dengan PHPFusion

  1. AuraCMS

AuraCMS adalah salah satu dari banyak aplikasi berbasis CMS yang dapat digunakan untuk membangun website. Berbeda dengan aplikasi berbasis CMS sebelumnya, aplikasi ini dibuat oleh sumber daya manusia lokal atau CMS ini adalah hasil karya putra-putri bangsa.

Seperti kebanyakan perangkat aplikasi berbasis CMS yang ada, aplikasi ini juga dibangun dengan menggunakan PHP dan database MySQL. Aplikasi ini berlisensi GPL (General Public Licence) yang berarti bebas diperoleh dan digunakan untuk membangun website. CMS ini didesain sederhana dengan harapan akan memudahkan pengguna dalam membangun website oleh pemula sekalipun.

Semua website yang dibangun dengan menggunakan berbagai aplikasi berbasis CMS yang telah disebukan di atas adalah jenis web dinamis. Web dinamis merupakan web yang materinya dapat dengan mudah diperbaharui dan senantiasi terjaga kemuktahirannya.

Membangun Web Blog

Web blog atau blog saat ini menjadi salah satu fasilitas yang disediakan internet yang banyak digunakan oleh pengguna internet. Web blog dapat didefinisikan sebagai web site pribadi[9]. Anda dapat menuliskan catatan harian anda atau publikasi koleksi artikel anda. Berdasarkan dua fungsi tersebut   selain disebut sebagai web pribadi web blog juga sering disebut sebagai diary on-line.

Web blog juga termasuk kategori aplikasi berbasis CMS. Di mana untuk membuat sebuah web blog yang seseorang tidak perlu menguasai bahasa HTML, PHP, database MySQL atau program untuk mendesain web seperti Macromedia Dreamweaver dan Marcomedia Flash.

Saat ini banyak orang yang menggunakan blog sebagai website pribadi. Adanya banyak alasan yang menjadi motivasi orang untuk memanfaat blog sebagai website pribadi, alasan tersebut antar lain untuk memiliki blog tidak memerlukan biaya serta membuatnya relative mudah karena dalam mendesain sebuah web blog sudah disediakan banyak template.

Untuk membangun sebuah blog, seseorang dapat memilih website yang menyajikan layanan web blog secara gratis. Ada beberapa website yang menyajikan layanana pembuatan web blog secara gratis seperti www.blogger.com, www.goblogmedia.com, www.boleh.com dan http://www.wordpress.com. Seseorang cukup mendaftar layaknya mendaftarkan diri untuk memiliki sebuah e-mail maka anda dapat memiliki sebuah blog yang menarik dan anda dapat menuangkan segala gagasan anda di dalam web blog ini.

Salah satu yang menarik dari blog adalah isi dari blog tersebut biasanya selalu diperbaharui oleh pemiliknya. Materi dari sebuah blog biasanya selalu update. Pemiliki web blog selalu mengupdate materi web blognya setiap hari karena untuk mengupdate  web blog sangat mudah tidak seperti update sebuah website.
Dalam perkembangannya, kemudian web blog tidak hanya dimanfaatkan sebagai web pribadi. Dengan fasilitas yang terus bertambah, kemudian banyak lembaga yang memanfaatkan web blog sebagai sarana promosi atau publikasi atau bahkan forum komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap lembaga tersebut layaknya sebuah website.

Dalam dunia perpustakaan kehadiran web blog dapat dimanfaatkan baik oleh pustakawan maupun perpustakaan sendiri. Bagi pustawakan web blog dapat digunakan sebagai sarana untuk mempublikasi karya-karya dan banyak pustakawan yang telah melakukan hal ini. Sedangkan bagi perpustakaan webblog dimanfaatkan untuk promosi serta publikasi tentang perpustakaan, seperti yang dilakukan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen.

Membangun Forum diskusi dengan CMS

CMS memiliki fungsi lain selain digunakan untuk membangun website. Jenis aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membangun sebuah forum diskusi. Forum diskusi yang mungkin dibangun dengan menggunakan aplikasi berbasis CMS adalah sebuah forum di dunia maya yang memungkinkan anggota di dalam forum diskusi ini berdiskusi mengenai suatu topik atau saling berkomunikasi satu dengan lain. Dengan memanfaatkan forum diskusi seperti ini anggota forum tidak perlu bertatap muka untuk berdiskusi atau berkomunikasi.

Perpustakaan juga dapat memanfaatkan aplikasi berbasis CMS untuk membangun sebuah forum diskusi. Forum diskusi ini dapat digunakan perpustakaan sebagai wahana untuk berdisksusi dengan pengguna membahas mengenai program perpustakaan, kegiatan yang dilakukan perpustakaan, usul pengadaan buku atau forum evalusi pengguna terhadap kualitas layanan yang diberikan perpustakaan. Dengan kata lain forum ini juga dapat difungsikan sebagai sarana komunikasi antara pengelola perpustakaan dengan pengguna perpustakaan. Dan Banyak perpustakaan di Tanah Air yang melengkapi websitenya dengan fasilitas forum diskusi.

Untuk kategori Forum diskusi melalui web (forum diskusi online), banyak aplikasi yang dapat digunakan. Aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun forum diskusi ada antara lain adalah FUDForum, miniBB, MyBB, Phorum, phpBB, PunBB, SMF, UNB, UseBB, Vanilla, W-Agora, dan XMB. Di antara berbagai aplikasi berbasis CMS yang dapat digunakan untuk membangun forum diskusi online, phpBB dan XMB adalah aplikasi berbasis CMS yang sering digunakan untuk membangun forum diskusi online.

Sebagai contoh ada berberapa forum yang menggunakan aplikasi berbasis CMS untuk membangun forum diskusi melalui web atau forum diskusi online. Forum tersebut antara lain diskusi web (http://www.diskusiweb.com/) yang menggunakan XMB untuk membangun forum diskusi online. Selain itu ada forum http://www.ngariung.com/ yang menggunakan phpBB untuk membangun forum diskusi online.

Membangun Ensiklopedi Online

Teknologi CMS lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan adalah dengan membangun ensiklopedi online. Fungsi ensiklopedi online sama dengan fungsi ensiklopedi dalam format tercetak, hanya saja format pemanfaatkannya yang berbeda. Eksiklopedi online memanfaatkannya menggunakan komputer, sedangkan ensiklopedi dalam format tercetak memanfaatkanya dilakukan secara manual.

Keberadaan ensiklopedi online akan sangat membantu perpustakaan dalam memberikan layanan referensi kepada pengguna. Dengan menggunakan ensiklopedi online memungkinkan perpustakaan memberikan layanan atau jawaban atas pertanyaan referensi lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan ensiklopedi tercetak. Staf perpustakaan atau pustakawan dapat memberikan jawabat lebih cepat atas pertanyaan referensi yang diajukan pengguna perpustakaan, cukup dengan mengetikkan kata kunci pada fasilitas pencarian dan menetak tombol enter maka dengan cepat berbagai informasi terkait dengan kata kunci yang diketikkan akan tampil di monitor. Berbeda jika staf perpustakaan atau pustakawan menggunakan ensiklopedi tercetak maka pustawakan atau staf perpustakaan membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus membuka lembaran-lembaran halaman yang ada dalam sebuah eksiklopedi.

Untuk membangun sebuah ensiklopedi ada beberapa aplikasi berbasis CMS yang dapat digunakan perpustakaan. Menurut Onno W. Purbo Aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun ensiklopedi online antara lain DokuWiki, ErfurtWiki, MediaWiki, phpWiki, PmWiki, nQwikiWiki, UniWakka, WackoWiki, Wikepage, WikkaWiki, dan WikkiTikkiTavi.

Dari sekian aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun MediaWiki adalah aplikasi yang sering digunakan. MediaWiki menjadi perangkat lunak yang digunakan wikipedia dan proyek-proyek sejenisnya untuk membangun ensiklopedi online. Aplikasi ini berlisensi GNU- General Public License yang memungkinkan diunduh dan digunakan oleh setiap pengguna secara gratis.

Perpustakaan dapat memanfaatkan MediaWiki untuk membangun ensiklopedi online yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Misalnya Perpustakaan dibidang ilmu sosial dan politik dapat membangun sebuah ensikopedi yang mengangkat isu-isu atau istilah-istilah di bidang ilmu sosial dan ilmu politik. Atau seperti gambar di atas, gambar sebuah ensiklopedi tentang islam, ensiklopedi online semacam ini sesuai dibangun oleh perpustakaan-perpustakaan bernuansa islam.

Penutup

Perpustakaan dan aktor-aktornya yang ada didalamnya, baik itu pustakawan maupun staf perpustakaan lainnya perlu mengikuti dinamika teknologi informasi dan komunikasi. Pustakawan dan staf perpustakaan perlu memantau dinamika teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi serta melakukan inventarisasi teknologi apa yang dapat diadopsi dalam mendukung layanan perpustakaan.

Salah satu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat diadopsi dalam mendukung layanan serta meningkatkan kualitas layanan perpustakaan adalah aplikasi berbasis CMS. Dengan aplikasi berbasis CMS perpustakaan dapat membangun website, webblog, forum online, kamus dan ensiklopedi online dengan mudah.

Selain memungkinkan perpustakaan membangun website, webblog, forum online, kamus atau ensiklopedi online dengan mudah, arti penting kehadarian aplikasi berbasis CMS dalam dunia perpustakaan adalah peluang mengurangi ketergantungan terhadap praktisi teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini terjadi karena staf perpustakaan atau pustakawan dapat dengan mudah membangun website, webblog, forum online, kamus dan ensiklopedi online. Perpustakaan dapat terus berkembang dan maju tanpa tergantung oleh pihak-pihak lain diluar perpustakaan. Apabila hal ini terwujud maka dana yang dialokasikan untuk menggunakan jasa praktisi teknologi informasi dan komunikasi dapat dialihkan untuk keperluan lain yang ada di perpustakaan.

Daftar Pustaka

Antonius, Kemas Yunus. 2003. Pengantar Content Management Sistem (CMS).

Diakses dari  http://www.ilmukomputer.com .

____________________.2006. Content Management System dalam Dunia Usaha: Seri I. Diakses dari  http://www.ilmukomputer.com .

Felix, Fidens. 2003. Linux dan Bisnis Model Open Source. Diakses dari http://www.ilmukomputer.com

Gunawan, Gun Gun. 2003. Web Content Management System dengan PHP dan MySQL. Diakses dari http://www.ilmukomputer.com

Kadir, Abdul. 2003. Pemrograman Web: Mencakup HTML, CSS, Javascript dan PHP. Yogyakarta, Andi.

Nugroho, Bunafit. 2004. Aplikasi Pemrogram Web Dinamis dengan PHP dan MySQL: Studi Kasus, Membuat Sistem Informasi Pengolahan Buku. Yogyakarta, Gava Media.

Farisi, Pajrin. 2003. Membuat Website dengan CMS Drupal. Diakses dari  http://www.ilmukomputer.com .

Purbo, Onno W. 2007. Ayo Membuat CMS Pendidikan. Diakses dari http://netsains.com/2007/10/ayo-membuat-cms-untuk-pendidikan/

Wahana Komputer. 2004. Panduan Aplikasi Migrasi dari Windows ke Linux. Yogyakarta, Andi.

Wahyono, Teguh. 2005. Serba-serbi Blogger: Mengelola Situs Pribadi Murah Meriah. Yogyakarta. Gava Media.


[1] Free open source software adalah perangkat lunak berbasis open source yang dapat diperoleh dan digunakan secara gratis karena tidak semua perangkat lunak berbasi open source dapat diperoleh secara gratis. Sering terjadi salah persepsi bahwa open source adalah software yang dapat diperoleh secara gratis, padahal free open source software dan open source adalah dua hal yang berbeda

[2] Open source adalah perangkat lunak yang dibangun dengan bahasa pemrograman yang bersifat terbuka sehingga memungkinkan pengguna perangkat lunak mengembangankan perangkat lunak lebih lanjut

[3] Antonius, Kemas Yunus. 2006. Content Management System dalam Dunia Usaha: Seri I. Diakses dari   http://www.ilmukomputer.com

[6] CMS dapat digunakan untuk membangun website, webblog, ensiklopedi online, kamus online, e-learning, e-commerce dan galeri foto

[7] Komponen yang digunakan untuk membangun katalog online dalam sebuah website yang dibangun dengan CMS Joomla adalah oBiblioOpac for Joomla.

[8] Komponen yang digunakan untuk menyajikan e-book atau koleksi digital dalam sebuah website yang dibangun dengan CMS Joomla adalah Joomlib. Contoh perpustakaan yang telah menggunakan komponen ini adalah Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (www.lib.ugm.ac.id).

[9] Wahyono, Teguh. Serba-serbi Blogger: Mengelola Situs Pribadi Murah Meriah (Yogyakarta. Gava Media, 2005), hal. 2


Responses

  1. CMS yang paling bagus tu sebenarnya yang mana se?

    • cms untuk apa mas, untuk membuat web? saat ini drupal yang sedang naik daun dan banyak dapat penghargaan sebagai cms yang dapat digunakan untuk membuat web

  2. Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271
    http://pesankaosonline.wordpress.com

    • terima kasih mas sudah mau berkunjung ke web kami

  3. Trimakash atas articlx.. sukses slalu .. CMS mantaf..

    • sama-sama trims sudah bersedia untuk berkuncul

  4. boleh browsing?

  5. Each month well-known consultants in the Europe receive more than $9 billion
    for their services. Much of this money pays for shadowy statistics and poorly prepared resource fo review services,
    credit rules & procedure re-evaluation.

    Our business model is focusing in ensuring the safety and increase
    the efficiency of practice. We undertake a wide
    range of areas of activity, including P5F – our
    own unique framework of review. We, have greatly experienced and talented consultants offer a wide variety of special services to meet directors many needs.

    We provides you with the research and statistics tools to grow your share of the European market.
    We have integrated support that can help you get your business objectives through
    consulting on strategic terms, product development, marketing programs and channels for
    distribution.

    A common goal for a statistical research project is to identify causality, and in particular to draw a actionable conclusion on the effect of changes in the values of predictors or independent variables on dependent variables or reactions.
    There are 2 major types of causal statistical studies:
    experimental study and observational study. In both types of studies,
    the effect of differences of an independent variable (or variables) on
    the behavior of the dependent variable are observed.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: