Oleh: chobish | Februari 2, 2011

Optimalisasi Internet Sebagai Media Penelusuran Informasi


Optimalisasi Internet Sebagai Media Penelusuran Informasi

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Staf UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

Pendahuluan

Internet membawa perubahan besar dalam distribusi informasi. Dengan teknologi media ini, sebuah informasi dapat didistribusikan dengan cepat. Cukup dengan mengunggah file yang berisi informasi atau menuliskan informasi tersebut melalui sebuah website atau web blog maka dalam hitungan detik informasi tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Kecanggihan teknologi yang dimilikinya, menyebabkan internet mampu mendistribusikan informasi secara cepat. Internet menjadi salah satu media yang paling berperan dalam ledakan informasi yang terjadi saat ini.

Kondisi seperti ini menyebabkan informasi berkembang dengan cepat sehingga terjadi ledakan informasi. Informasi begitu cepat diproduksi dan juga   dengan mudah dan cepat dapat dikonsumsi. Informasi layaknya makanan cepat saji atau instan yang setiap saat dapat dikonsumsi.

Lihat saja situs-situs berita online seperti detik.com, informasi atau berita yang disajikan melalui situs tersebut begitu cepat berubah karena mengikuti dinamika yang terjadi di masyarakat. Dan sebagai situs yang mengklaim dirinya sebagai situs berita ter”update” maka pengelola situs ini harus dengan cepat mempublikasikan berita terbaru yang diperolehnya.  Tidak hanya sampai disitu perkembangan web blog yang memungkinkan seseorang mempublikasikan informasi  atau karya ilmiahnya tanpa dipungut biaya menyebabkan produksi informasi semakin berlimpah. Internet memungkinkan informasi tidak hanya disajikan dalam format tercetak. Internet mulai menyajikan informasi dalam format yang berbeda, yaitu digital. Informasi tersebut disajikan melalui berbagai fasilitas yang disediakan internet seperti website, web blog atau mailing list.

Salah satu bentuk konsekwesi dari maraknya publikasi informasi melalui internet adalah munculnya teknik penelusuran informasi menggunakan internet. Teknik ini muncul sebagai respon atas maraknya publikasi informasi melalui internet yang menyebabkan terjadinya ledakan informasi. Ledakan informasi  yang terjadi ternyata menimbulkan masalah tersediri bagi pengguna atau masyarakat dalam menelusur informasi melalui internet. Apabila pengguna perpustakaan atau masyarakat tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan internet dalam menelusur informasi,  internet justru menjadi bumerang karena dapat mempersulit masyarakat atau pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. Internet dapat menampilkan hasil penelusuran informasi secara cepat, namun apakah inofmrasi yang ditampilkan tersebut relevan dengan kebutuhan pengguna atau masyarakat.

Untuk membantu pengguna perpustakaan serta masyarakat menemukan informasi secara cepat dan tepat melalui internet maka melalui makalah ini penulis ingin berbagi pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan internet sebagai sarana penelusuruan yang efektif dan efisien. Semoga melalui makalah ini dapat memberikan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan internet sebagai sarana penelusuruan informasi yang efektif dan efisien.

Pembahasan

Internet dan Distribusi Informasi

Istilah internet berasal dari kepanjangan kata Interconnection Networking. Singkata internet sendiri memiliki pengertian sebagai suatu jaringan yang menghubungkan computer di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit yang menjadi satu jaringan yang memungkinkan saling mengakses satu sama lain (Teguh Wahyono ; 2005). Dari pengertian ini dapat diketahui bahwa seluruh komputer dimuka bumi ini mambu berkomunikasi dan bertukar data jika memanfaatkan teknologi internet ini.

Internet menjadi solusi untuk mengatasi permasalah letak geografis yang dulu menjadi penghambat orang berintaksi dan beraktivitas dengan orang lain yang berada dibelahan bumi lainnya. Internet menjadi media yang dapat menembus hambatan ruang dan waktu. Artinya internet mampu memberikan layanan 24 jam non stop.

Melalui berbagai fasilitas yang disediakan internet seseorang dapat berkirim pesan, membangun forum diskusi, berkomunikasi secara langsung dan mempromosikan suatu produk atau suatu lembaga. Berbagai fasilitas yang disediakan internet antara lain publikasi melalui web, berkomunikasi dengan e-mail, mailing list dan chatting atau webblog yang memungkin seseorang menuliskan kegiatan hariannya atau publikasi ilmiah yang dihasilkannya.

Melalui berbagai fasilitas yang disediakan internet, informasi didistribusiakan. Website, e-mail atau webblog berisi informasi yang ingin disampaikan komunikator (produsen atau pemiliki informasi) kepada komunikan (pengguna perpustakaan atau masyarakat). Bahkan  banyak website yang  dibangun dan berfungsi sebagai sarana publikasi informasi, contohnya seperti situs berita, situs jurnal elektronik, situs perpustakaan digital serta situs ensiklopedi umum. Dengan demikain dalam konteks distribusi informasi internet berfungsi sebagai media yang membantu proses distribusi informasi.

Pembahasan

Sarana Penelusuran Informasi

Seperti telah dijelaskan pada paparan di atas, bahwa internet berfungsi sebagai media perantara dalam proses distribusi dan publikasi informasi. Sebagai media yang berfungsi sebagai perantara dalam distribusi dan publikasi informasi maka media ini harus menyediakan sarana menelusur informasi untuk menemukan kembali informasi yang dipublikasikan dan di distribusikan melalui internet.

Melalui berbagai situs yang ada, sebenarnya internet telah menyediakan sarana penelusuran yang memungkinkan pengguna internet menemukan informasi secara cepat dan tepat. Sarana penelusuran informasi tersebut antara lain adalah:

1. Search engine

Search engine merupakan salah satu jenis situs atau fasilitas yang disediakan sebuah situs untuk menelusur informasi di dunai maya. Search engin akan membantu seseorang menemukan informasi dari berbagai situs yang merekam informasi tersebut.

Seseorang dapat menemukan berita, makalah, artikel dengan mudah melalui internet. Cukup dengan mengetikkan kata kunci pada situs-situs search engine yang tersedia maka dengan cepat informasi yang anda bukuhkan segera disajikan.

Saat ini banyak situs yang difungsikan sebagai search engine. Situs-situs tersebut antara lain Google, MSN, Altar Vista, Yahoo, Hotbot, Excite, altheweb dan Theoma. Semua situs pencari tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi yang ada butuhkan, mulai dari informasi dalam format metadata atapun dalam format full text.

Dalam dunia pendidikan, keberadaan situs-situs sangat membantu dalam proses belajar mengajar.  Dosen, guru, siswa dan mahasiswa dapat menemukan informasi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar serta bahan pendukung riset secara cepat dan tepat. Situs-situs search engine sering dianalogikan sebagai perpustakaan digital yang setiap saat dapat diakses untuk menemukan  informasi yang dibutuhkan.

Keberadaan situs search engine perlu dipandang sebagai media yang dapat meringankan tugas perpsutakaan dalam rangkat kegiatan pelususuran informasi dan tidak perlu dianggap sebagai ancaman bahwa keberadaan search engine akan memggantikan peran perpsutakaan. Dengan mengoptimalkan search engine perpustakaan dapat lebih cepat dan tepat menemukan informasi yang dibutuhkan.

2.        Katalog Online

Katalog online yang juta dikenal dengan istilah Online Public Access Catalog (OPAC) merupakan katalog dalam format digital. Keberadaan katalog online memungkin seseorang menemukan buku atau informasi koleksi lainnya secara cepat dan tepat. Bahkan ada beberapa perpustakaan yang juga memanfaatkan katalog online untuk menyajikan koleksi digital yang dimiliki. Perpustakaan Universitas Petra Surabaya, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dan Perpustakaan Universitas Kristen Duta Wacana adalah contohnya.

Saat ini banyak perpustakaan yang telah memiliki katalog online. Kondisi seperti ini sudah selayaknya dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk membantu pengguna dalam menelusur informasi yang dibutuhkan.

3.        Pangkalan Data  Online

Saat ini banyak pangkalan data online yang dapat digunakan untuk menelusur informasi. Di dalam pangkalan data ini ter simpan e-journal, e-riset atau koleksi digital lainnya. Contoh dari pangkalan data online antara lain Ebsco, ProQuest, OCLC, J-Store dan lain sebagainya.

4.        Ensiklopedi dan Kamus Online.

Sarana lain yang disediakan internet dalam kegiatan penelusuran informasi adalah Ensiklopedi atau kamus online. Ensiklopedi atau kamus online dapat digunakan untuk menelusur informasi yang bersifat merujuk. Salah satu situs ensiklopedi yang terkenal adala wikipedia.

Optimalisasi Search engine

Web (situs), web blog, katalog online atau portal-portal lainnya  berfungsi sebagai media publikasi informasi.  Fenomena ini menyebabkan melimpahnya informasi yang dipublikasi melalui internet. Informasi yang dipublikasikan “melimpah ruah” jumlahnya sehingga pengguna memerlukan alat bantu agar dapat memudahkan pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan.

Untuk mengantisipasi hal ini, internet telah menyediakan fasilitas khusus bagi pengguna atau masyarakat  dalam menelusur informasi yang dibutuhkan. Fasilitas tersebut adalah berbagai situs pencari yang handal atau yang dikenal dengan search engine. Search engine merupakan situs pencari atau fasilitas pencarian yang ada disebuah situs yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam menelusur dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Saat ini banyak situs yang memproklamirkan dirinya sebagai situs pencari atau search engine. Berbagai situs yang berfungsi sebagai mesin pencari yang dapat dimanfaatkan sebagai situs pencari antara lain Google, MSN, Altar Vista, Yahoo, Hotbot, Excite, altheweb dan Theoma.

Akan tetapi memanfaatkan berbagai situs pencari seperti Google, MSN, Altar Vista, Yahoo, Hotbot, Excite, altheweb dan Theoma bukanlah tanpa masalah.  Teknologi situs pencari yang semakin canggih menimbulkan masalah terkait dengan relevansi dari informasi yang ditemukan mesin pencari. Ketika memanfaatkan sebuah situs pencari maka mesin pencari akan dengan mudah menampilkan daftar situs yang berisi informasi yang dicari, namun masalah yang mungkin timbul adalah apakah informasi yang ditampilkan relevan dengan kebutuhan pengguna. Apabila pengguna mesin pencari tidak memiliki kemampuan untuk menelusur informasi melalui mesin pencari , banyaknya informasi yang disajikan oleh berbagai situs pencari tersebut justru akan dapat menyebabkan pengguna “bingung”  serta membutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Untuk itu diperlukan pengetahuan bagaimana memanfaatkan situs pencari secara cerdas sehingga pengguna dapat menelusur informasi secara cepat dan tepat. Banyak cara yang dapat digunakan dalam memanfaatkan situs pencari sehingga memperoleh informasi sesuai denga kebutuhan  dalam waktu yang relatif singkat. Cara-cara yang dapat digunakan dalam menelusur informasi antara lain:

1.    Batasi pencarian

Berbagai search engine yang disebutkan diatas akan melakukan pencarian sesuai dengan keyword (kata kunci) yang diketikkan pada kolom pencarian. Untuk membatasi pencarian, sebaiknya hindari pengetikan kata kunci yang terdiri dari satu kata kunci, karena hal ini akan membuat link sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh anda mencari artikel tentang komunikasi massa, maka jangan janya mengetikkan komunikasi saja tetapi ketikkan komunikasi massa.

2.        Meyisipkan tanda “+”

Search engine memungkinkan sesorang  menemukan semua link situs  yang berkaitan dengan setiap kata kunci yang diketikkan. Caranya dengan mengetikkan tanda “+” disetiap awal kata. Misalnya ketikkan +journalisme+investigasi maka search engine akan mencari semua link situs, termasuk artikel-artikel yang mengandung kata journalisme dan investigasi

3.        Menggunakan tanda (“) diawal dan diakhir kata

Cara ini dapat digunakan untuk mencari informasi secara spesifik. Dengan mengetikkan tanda petik (“) diawal dan akhir kata journalisme investigasi (“journalisme invesitgasi”) maka search engine akan mencari artikel di situs yang mengandung dua suku kata tersebut secara bergandengan.

4.        Blokir kata

Search engine juga menyediakan fasilitas penolakan suku karta tertentu. caranya dengan menambahkan tanda “-“ disetiap suku kata. Misalnya demokrasi-terpimpin maka search engine hanya akan mencari informasi dan link situs yang mengandung kata demokrasi.

5.        Singkat dan padat

Search engine berbahasa asing biasanya mengabaikan kata depan atau kata-kata umum lainnya seperti the, when, who, which atau while. Untuk itu agar lebih praktis maka langsung saja diketik kata kunci dari informasi yang ingin dicari.

6.        Memilih salah Satu

Dalam pencarian informasi dengan menggunakan search engine kita dapat menggunakan aljabar Boolean yang sering dipakai untuk operasi logika matematika atau computer, seperti OR, AND dan NOT. Dengan menggunakan menggunakan aljabar boolena ini maka proses pencarian akan lebih praktis. Penggunaan OR akan membuat search engine akan memilih salah satu kata yang dijadikan sebagai panduan dalam proses penelusuran. Misalnya kata kunci yang diketik adalah demokrasi OR terpimpin maka seach engine hanya akan menampilkan link situs yang berkaitan dengan kata demokrasi dan terpimpin. Penggunaan AND memungkinkan search engine menampilkan seluruh link situs yang terkait dengan kata kunci . Misalnya anda mengetik psikologi AND anak maka search engine akan menampilkan seluruh situs yang berkaitan dengan kata psikologi dan anak. Hasil penelusuran dengan menggunakan logika AND hampir sama dengan hasil yang ditampilan oleh logika OR.  Sedankan logika NOT dapat digunakan untuk memblokir kata yang tidak diinginkan. Misalnya, ketikkan otonomi NOT daerah maka seach engine hanya akan menampilkan situs yang berisi informasi tentang otonomi saja.

7.        Memanfaatkan Kategori

Beberapa situs pencari mempermudah pencarian berdasarkan kategori tertentu. misalnya jika anda hanya memilih gambar maka pilihnya menu gambar dan setelah itu baru ketikkan kata kunci untuk mencari gambar yang dibutuhkan.

8.        Menambahkan jenis file

Search engine atau mesin pencari juga menyediakan fasilitas yang memungkinkan  mesin pencari menemukan sebuah informasi sesuai dengan kata kunci yang diketikkan pada kolom pencarian lengkap dengan jenis file. Misalnya “demokrasi terpimpin” filetype:pdf , berarti mesin pencari akan menampilan informasi dengan kata kunci demokrasi terpimpin dengan jenis file pdf.

9.        Kata kunci dilengkapi dengan rentang waktu

Search engine juga memungkinkan pengguna menelusur kata kunci disertai dengan rentang waktu tertentu. Misalnya “demokrasi indonesia” 2006 ….2010 maka search engine akan menampilan informasi dengan kata kunci demokrasi indonesia yang dipublikasikan antara rentang waktu 2006 sampai dengan 2010.

Penutup

Pemanfaatan search engine dalam penelusuran informasi terkadang menimbulkan dilematis. Disatu sisi pemanfaatan search engine dalam penelusuran informasi sangat membantu dalam proses temu kembali informasi karena mampu membantu menemukan informasi secara cepat dan tepat. Disatu sisi lainnya justru pemanfaatan search engine dapat menghambat seseorang menemukan informasi secara cepat dan tepat apabila tidak mengerti bagaimana memanfaatkan sarana ini dengan tepat. Seseorang justru hanya akan menghabiskan waktu dan tidak akan memperoleh informasi yang dibutuhkan jika tidak memiliki strategi jitu dalam memanfaatkan  seach engine.

Dalam makalah ini telah tentang manfaat internet sebagai media perantara distribusi dan publikasi informasi serta cara bagaimana menggunakan seach engine secara cerdas. Semoga makalah ini dapat membantu dalam proses penelusuran informasi sehingga pengelola perpustakaan dapat memberikan layanan optimal kepada pengguna perpustakaan.

Daftar Pustaka

Buxbaum, Shari, Ed. 2004. Library Service: Perpustakaan Virtual untuk Kuliah Bisnis Sistem Jarak Jauh, Tren yang Berkembang Saat ini. Jakarta: Muari Kencana.

Pendit, Laxman Putu dkk. 2007. Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Jakarta, Sagung Seto.

Pendit, Luxman Putu. 2008. Perpustakaan Digital: Dari A sampai Z. Jakarta, Cita Kami.

Surachman, Arif. 2007. “Penelusuran Informasi: Sebuah Pengenalan”. Makalah disampaikan pada diklat pusdokinfo Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.


Responses

  1. […] https://chobish.wordpress.com/2011/02/02/optimalisasi-internet-sebagai-media-penelusuran-informasi/ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: