Oleh: chobish | Februari 28, 2011

Katalog Online, Upaya Minimalisasi Plagiasi


Katalog Online, Upaya Minimalisasi Plagiasi

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Calon Pustakawan Institut Seni Indonesia Yogyakarta

 

 

Plagiasi tampaknya masih menjadi musuh besar bagi dunia pendidikan, baik pada level nasional maupun internasional. Di Indonesia kasus ini marak dialami oleh dunia pendidikan tinggi, mulai dari  program sarjana sampai dengan program pasca sarjana atau  program doktoral. Sarjana, doktor  atau mereka yang berstatus sebagai profesor harus merelakan gelarnya dicopot karena telah terbukti melakukan plagiasi.

Plagiasi dapat diartikan sebagai usaha yang dengan sengaja dilakukan untuk menyalin sebuah karya ilmiah seseorang atau lembaga kedalam sebuah karya ilmiah baru tanpa menyebutkan sumber referensi karya ilmiah tersebut.  Dengan demikian plagiasi berarti tidak menghargai karya intelektual seseorang atau lembaga. Plagisasi berusaha mengakui tulisan atau karya ilmiah orang lain menjadi karyanya.

Di Indonesia plagiasi juga marak terjadi. Menurut penulis, maraknya plagiasi di Indonesia disebabkan karena minimnya pelajaran tentang tulis menulis dalam kurikulum pendidikan di Indonesia mulai dari level pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Tidak tersedianya mata pelajaran khusus serta minimnya pelajar melakukan praktek tulis menulis menyebabkan pelajar tidak memiliki kemampuan menulis. Pelajar yang tidak memiliki kemampuan tulis menulis ini, mengambil jalan pintas melakukan plagiat untuk menyelesaikan tugas akhirnya dalam rangka memperoleh gelar akademik. Selain itu tidak tersedia kontrol terhadap publikasi ilmiah memungkinkan seseorang melakukan plagiasi secara bebas.

Kondisi ini diperparah dengan keberadaan situs penyedia softfile skripsi, tesis atau desertasi seperti skripsi.com.  Belum lagi keberadaan jasa konsultasi pembuatan skripsi yang semakin menyuburkan praktek plagiasi di Indonesia.

Namun saat ini, mereka yang melakukan praktek plagisasi atau yang berencana akan melakukan praktek plagisaasi harus berhati-hati. Mereka yang melakukan plagiasi harus berhati-hati karena saat ini banyak teknologi yang tersedia untuk mendeteksi karya hasil plagiasi. Maraknya plagisasi  menyebabkan ke prihatinan banyak orang yang memotivasi berbagai lembaga menciptakan teknologi yang memungkinkan meminimalkan praktek plagiasi. Keberadaan teknologi dapat membantu menekan pratek plagisasi.

Salah satu contoh aplikasi teknologi yang memungkinkan meminimalisasi praktek plagiasi adalah aplikasi katalog online karya ilmiah seperti garuda yang diprakarsai oleh Dirjen Pendidikan Tinggi. Garuda merupakan portal atau katalog online karya ilmiah dari lima belas perguruan tinggi di Indonesia. Teknologi ini sebenarnya sangat sederhana, namun karena teknologi seperti inilah seluruh masyarakat Indonesia dapat mengetahui apakah sebuah karya ilmiah pernah dihasilkan atau belum. Portal atau katalog ini memungkinkan semua orang mengetahui karya ilmiah yang pernah dihasilkan sehingga masyarakat dapat dengan mudah memvonis sebuah karya ilmiah merupakah hasil plagiasi atau bukan. Plagiasi justru akan tumbuh subur ketika masyarakat tidak mengetahui karya-karya ilmiah yang pernah dipublikasikan.

Sayangnya tidak semua perpustakaan di Indonesia, mampu membangun katalog online. Kondisi ini disebabkan karena minimnya pengetahuan di bidang ilmu perpustakaan serta kurangnya wawasan pengelola perpustakaan tentang isu-isu teknologi informasi. Padahal usaha yang diperlukan untuk pengembangan katalog online tidaklah terlalu sulit dan tidak memerlukan anggaran dana yang besar. Berbagai usaha yang dapat dilakukan adalah pertama,  perpustakaan dapat bergabung ke dalam portal Garuda. Dengan bergabung ke dalam portal garuda maka publikasi ilmiah yang dimiliki perpustakaan dapat diakses oleh masyarakat umum. Untuk tergabung dalam portal Garuda perpustakaan dapat mengajukan permohonan ke Dirjen Pendidikan Tinggi disertai menyerahkan data publikasi ilmiah.

Usaha yang kedua, perpustakaan dapat memanfaatkan berbagai situs penyedia layanan web hosting dan domain “gratisan”. Selanjutnya setelah memiliki domain dan hosting dapat dapat memanfaatkan berbagai aplikasi open source yang dapat digunakan secara gratis untuk membangun katalog online seperti WebBiblio, otomigen-x, OpenBiblio dan Senanyan Software. Setelah berbagai aplikasi katalog online ini terinstalasi dalam hosting selanjutnya input atau migrasikan data publikasi ilmiah ke dalam domain atau web perpustakaan.

Cara yang ketiga , adalah membeli domain dan menyewa hosting. Cara ini dilakukan oleh perpustakaan yang memiliki anggara dana memadia. Setelah memiliki domain dan hosting perpustakaan dapat melakukan instalasi katalog online baik yang bersifat open source maupun komersil.

Apabila perpustakaan dapat membangun katalog online dengan berbagai cara di atas maka seluruh publikasi ilmiah yang dimiliki perpustakaan dapat diakses oleh masyarakat. Peluang masyarakat yang semakin besar untuk mengakses data publikasi ilmiah, tentu akan menciutkan nyali anggota masyarakat yang akan melakukan plagiasi. Para pelaku plagiasi atau yang berniat melakukan plagiasi akan berpikir dua kali karena semua orang saat ini dapat mengecek apakah suatu karya pernah dihasilkan melalui katalog online yang dimiliki perpustakaan.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: