Oleh: chobish | Maret 23, 2011

Mudah dan Murahnya Membangun Perpustakaan Digital


Mudah dan Murahnya Membangun Perpustakaan Digital

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Staf Perpustakaan FISIPOL UGM

 

Saat ini untuk belajar, seseorang tidak hanya dapat menggunakan buku sebagai sumber bahan belajar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi memungkinkankan bahan untuk belajar tidak hanya dikemas dalam media cetak seperti buku, surat kabar dan majalah. Bahan-bahan belajar dapat diperoleh melalui media lain dan salah satunya ada internet.

Internet memberikan banyak manfaat sekaligus perubahan di semua aspek kehidupan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Bagi dunia pendidikan internet memungkinkan pendidik (guru, dosen) ataupun peserta didik (siswa) memperoleh berbagai bahan untuk kegiatan belajar mengajar dalam format digital. Internet menyajikan banyak informasi dan pengetahuan yang dapat mendukung keberhasilan proses belajar mengajar dalam format digital.

Buku yang berisi informasi dan pengetahuan dulunya hanya dapat diperoleh dengan cara minjamnya di perpustakaan, saat ini dapat diperoleh gratis dengan mengunduhnya dari berbagai situs yang ada di internet. Selain itu banyak artikel, kliping atau makalah yang dapat diperoleh secara gratis melalui web atau web blog yang ada di internet. Ke semua bahan belajar tersebut diperoleh dalam format digital. Buku yang diperoleh melalui intenet bukanlah buku dalam format tercetak tetapi buku dalam format digital atau yang dikenal dalam e-book (electronic book). Sedangkan artikel, kliping atau makalah biasanya berformat html atau file dalam format pdf.

Keberadaan internet dapat dijadikan sebagai salah satu sarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Internet dapat dijadikan sebagai salah satu sarana penyedia bahan belajar mengajar selain perpustakaan. Mulai dari level pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi dapat memanfaatkan media ini untuk mengumpulkan bahan bahan sumber belajar.

Akan tetapi pemanfaatkan internet sebagai salah satu sarana penyedia bahan belajar mengajar, bukan hanya sebatas mengunduh berbagai e-book, artikel, kliping atau makalah. Lebih dari itu, setelah mengunduh e-book atau artikel, kliping dan makalah dalam format digital, berbagai koleksi digital ini perlu dikelola sedemikian rupa sehingga memudahkan proses pemanfaatnya. Banyaknya informasi dan ilmu pengetahuan yang ada di internet serta begitu mudah masyarakat mengakses internet maka informasi atau ilmu pengetahuan yang tersimpan dalam e-book, makalah atau artikel akan terus bertambah dalam jumlah banyak. Dan ketika e-book, makalah atau artikel ini jumlahnya semakin banyak maka akan muncul masalah dalam proses temu kembali.

Jika koleksi e-book, makalah, artikel atau informasi digital lainnya telah diunduh dan jumlahnya bertambah banyak, sedangkan berbagai koleksi ini tidak dikelola dengan sistem tertentu maka peserta didik atau pendidikan akan mengalami kesulitan jika sewaktu-waktu membutuhkan berbagai koleksi tersebut. Analoginya sama dengan sebuah ruangan yang berisi banyak buku dan tidak dikelola dengan sistem buku tentu, pemilik buku-buku ini tentu akan kesulitan ketika ingin mencari kembali buku yang dibutuhkan. Hal ini tentu berbeda jika buku-buku tersebut dikelola dengan sistem tertentu, semisal dengan sistem pengelolaan perpustakaan.

Untuk itu, agar e-book, artikel, makalah, kliping atau informasi digital lainnya mudah ditemukan kembali ketika dibutuhkan maka berbagai koleksi tersebut dapat dikelola dengan konsep perpustakaan digital. Dengan konsep pengelolaa ini memungkinkan koleksi e-book atau koleksi digital lainnya dapat ditemukan secara cepat dan tetap ketika dibutuhkan. Dengan membangun perpustakaan digital maka berapapun banyaknya koleksi e-book atau informasi digital dapat ditemukan secara cepat dan tepat.

Pembangunan perpustakaan digital sebenarnya sama dengan membangun sebuah katalog on-line. Hanya saja yang membedakan di sini adalah melalui katalog online ini seseorang juga dapat melihat e-book atau informasi digital secara full text (secara utuh). Katalog on-line ini menyediakan menu khusus yang menghubungkan katalog dengan koleksi secara utuh.  Dengan demikian apabila seseorang telah menemukan koleksi e-book yang dibutuhkannuya melalui katalog on-line ini, maka dengan menekan bagian tertentu orang tersebut dapat melihat sebuah koleksi secara utuh (full text).

Pembangunan perpustakaan digital ini akan melengkapi eksistensi perpustakaan yang telah ada. Dan akan lebih baik jika pengelolaan perpustakaan digital ini menjadi tanggung jawab pengelola perpustakaan atau pustakawan. Jadi selain mengelola koleksi konvensial pengelola perpustakaan juga mengelola koleksi dalam format digital. Dengan pembangunan perpustakaan digital ini juga dapat menarik pengguna untuk mengakses perpustakaan.

Perpustakaan Digital itu Murah

Membangun perpustakaan digital tampaknya masih menjadi barang mewah bagi perpustakaan atau lembaga-lembaga pendidikan di Tanah Air. Persepsi ini muncul disebabkan karena ketidak tahuan bagaimana cara membangun perpustakaan digital.

Perpustakaan digital sebenarnya bukan barang mewah. Modal utama yang diperlukaan adalah perangkat keras. Padahal saat ini harga perangkat keras seperti komputer semakin terjangkau. Dengan demikian maka biaya yang dikeluarkan untuk membangun perpustakaan digital semakin murah.

Perangkat keras yang dibutuhkan dalam implementasi perpustakaan digital adalah seperangkat komputer dengan kapasitas hardisk (bagian perangkat keras untuk menyimpan data) besar dan scanner. Komputer yang dibutuhkan disini harus dilengkapi dengan hardisk berkapasitas besar agar mampu menampung seluruh e-book atau format informasi digital lainnya. Sedangkan scanner dibutuhkan untuk melakukan digitalisasi koleksi perpustakaan jika perpustakaan atau lembaga yang menaungi perpustakaan bermaksud melakukan digitalisasi perpustakaan. Akan tetapi jika perpustakaan tidak bermaksud melakukan digitalisasi perpustakaan atau dengan katalain pembangunan perpustakaan digital hanya dilakukan dengan menghimpun koleksi atau informasi digital yang bersumber dari internet maka perpustakaan tidak membutuhkan scanner. Dengan demikian untuk membangun perpustakaan digital hanya dibutuhkan komputer dengan kapasitas hardisk besar, dan tidak perlu membeli scanner. Seiring dengan semakin terjangkaunya harga perangkat keras maka biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan perangkat keras ini semakin kecil

Selanjutnya kebutuhan terakhir yang dibutuhkan adalah software atau perangkat lunak. Untuk pengadaan kebutuhan terakhir dalam upaya pembangunan perpustakaan digital perpustakaan tidak perlu menyediakan dana khusus. Hal ini disebabkan karena tersedia perangkat lunak yang dapat diperoleh dan digunakan secara gratis. Perangkat lunak yang dapat digunakan perpustakaan secara gratis untuk membangun perpustakaan digital adalah Ganesha Digital Library (GDL) dan Greenstone Digital Library. GDL adalah perangkat lunak buatan KMRG ITB sedangkan Greenstone adalah perangka lunak perpustakaan digital buatan luar negeri. GDL dapat diperoleh dengan mengunduhnya di  http://kmrg.itb.ac.id/, sedangkan Greenstone dapat diunduh di http://www.greenstone.org.

Kedua perangkat lunak ini adalah perangkat lunak gratis yang paling banyak digunakan oleh berbagai perpustakaan di Tanah Air. Khusus untuk GDL, perangkat lunak ini dijadikan sebagai perangkat lunak jaringan perpustakaan digital Indonesia (IDLN) dan banyak perpustakaan di Indonesia yang tergabung dalam jaringan ini.

Selama ini ketersediaan perangkat lunak sering menghambat proses pengembangan perpustakaan. Ketika harga perangkat keras semakin murah dan terjangkau oleh perpustakaan, harga perangkat lunak komersil masih tergolong mahal dan sulit untuk dijangkau oleh perpustakaan, terutama oleh perpustakaan yang tidak ditopang dengan dana besar. Keberadaan perangkat lunak yang dapat digunakan secara gratis oleh perpustakaan tentu semakin membuka peluang bagi perpustakaan di Tanah Air untuk membangun perpustakaan digital. Perpustakaan digital semakin membuka peluang optimalisasi koleksi yang dimiliki oleh pengguna perpustakaan. Dengan Optimalisasi ini maka biaya yang dikeluarkan untuk membangun perpustakaan sepadan dengan hasil yang diperoleh yaitu koleksi perpustakaan dioptimalkan oleh pengguna perpustakaan.



Responses

  1. trimks …. tugas yang sulit kucari ternyata semuax ada di sini….

    • silahkan di gunakankan mbak, semoga bermanfaat, kuliah dimana anda

  2. perpus digital menggunakan bahasa pemrograman gak pak?

  3. assallam, pak klo sya mnemukan beberapa msalah dlm dnia perpustakaan…bisakah ditanyakan disni? Sblumnya trima kasih wassllam

  4. Saya kuliah di Surabaya pak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: