Oleh: chobish | Maret 24, 2011

Optimalisasi Senayan Sebagai Perangkat Lunak Berbasis Open Source Untuk Perpustakaan Seni


Optimalisasi Senayan Sebagai Perangkat Lunak Berbasis Open Source Untuk Perpustakaan Seni

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Staf Perpustakaan ISI Yogyakarta


Abstraksi

Perangkat lunak menjadi salah kebutuhan dalam kegiatan implementasi otomasi atau pengembangan perpustakaan digital. Ketersediaan perangkat lunak menjadi salah satu kunci keberhasilan dari implementasi otomasi atau rencana pengembangan perpustakaan digital. Banyak perpustakaan yang sampai dengan saat ini belum mampu mengimplementasikan otomasi atau mengembangkan konsep perpustakaan digital karena beranggapan untuk pengadaan perangkat lunak otomasi perpustakaan atau perangkat lunak perpustakaan digital diperlukan anggaran dana yang besar. Dengan katalain harga perangkat lunak tersebut mahal dan sulit untuk dijangkau oleh perpustakaan. Melalui artikel ini penulis ini memberikan alterantif metode pengadaan perangkat lunak otomasi atau perangkat lunak perpustakaan digital, khususnya untuk perpustakaan seni. Untuk pengadaan perangkat lunak, perpustakaan seni dapat menggunakan perangkat lunak open source yang dapat diperoleh, digunakan dan didistribusikan ulang secara gratis. Bagi perpustakaan seni yang memiliki koleksi unik dibandingkan perpustakaan lainya dapat menggunakan perangkat lunak open source yang kinerjanya tidak kalah dengan perangkat lunak komersil sehingga tidak perlu merogoh kocek perpustakaan dan diantara perangkat lunak yang dapat digunakan tersebut adalah Senayan atau SLIMS.

Kata Kunci: Perangkat Lunak Otomasi, Perangkat Lunak Perpustakaan Digital, Senayan, SLIMS, Perpustakaan Seni.

Pendahuluan

Saat ini, manusia semakin sulit melepaskan diri dari ketergantungan terhadap perangkat teknologi informasi. Pernyataan ini dibuktikan dengan dimanfaatkan produk-produk teknologi informasi di semua sektor. Mulai dari sektor industri, bisnis, pemerintahan, pendidikan bahkan sektor keagamaan[1] pun mulai memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung aktivitasnya, tidak terkecuali perpustakaan. Perpustakaan sebagai salah satu lembaga penyedia informasi bagi pengguna perpustakaan sangat mengandalkan produk-produk teknologi informasi dalam memberikan layanan kepada pengguna perpustakaan. Salah satu bentuk pemanfaatkan teknologi informasi di perpustakaan adalah otomasi perpustakaan. Otomasi perpustakaan adalah  pemanfaatan komputer untuk pengelolaan aktivitas perpustakaan yang menyangkut pengadaan bahan pustaka, pengolahan dan pelayanan[2]. Dengan otomasi, perpustakaan berharap mampu meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna perpustakaan serta memperbaiki sistem administrasi perpustakaan.

Pemanfaatan komputer dalam kegiatan otomasi perpustakaan tidak hanya dimaknai sebagai pemanfaatan komputer secara fisik atau perangkat keras, tetapi juga meliputi pemanfaatan perangkat lunak. Dalam kegiatan otomasi salah satu kebutuhan vital adalah ketersediaan perangkat lunak otomasi perpustakaan.

Usaha penyediaan perangkat lunak otomasi perpustakaan dilakukan dengan berbagai cara. Cara tersebut antara lain dengan membeli perangkat lunak komersil yang disediakan berbagai perusahaan pengembang perangkat lunak, mengembangkan sendiri perangkat lunak dengan pemanfaatkan jasa perusahaan pengembangan perangkat lunak, pengembangkan perangkat lunak dengan Sumber Daya Manusia yang dimiliki perpustakaan serta memanfaatkan berbagai perangkat lunak gratis yang digunakan perpustakaan.

Salah satu perangkat lunak otomasi perpustakaan yang dapat digunakan oleh perpustakaan adalah Senayan atau yang juga dikenal dengan nama SLIMS (Senayan Library Management Systems)[3]. Senayan merupakan free open source software [4] yang didesain untuk membangun otomasi perpustakaan yang dapat diperoleh, digunakan dan distribusikan ulang secara gratis. Dengan demikian metode pengadaan perangkat lunak ini menggunakan metode yang terakhir yaitu menggunakan perangkat lunak gratis, artinya perpustakaan tidak perlu menyediakan anggaran untuk pengadaan dan pemanfaatan perangkat lunak ini.

Para pengembang Senayan awalnya mendedikasikan pengembangan Senayan untuk perangkat lunak otomasi perpustakaan. Akan tetapi sejalan dengan perkembangannya, perangkat lunak ini tidak hanya dapat digunakan untuk membangun atau mengembangkan otomasi perpustakaan. Perangkat lunak ini juga dapat digunakan untuk mengelola koleksi digital (membangun perpustakaan digital) dan mengelola koleksi audio serta audio visual yang dapat dinikmati langsung melalui fasilitas web streaming[5] yang disediakan oleh Senayan.

Jika melihat berbagai fasilitas yang disediakan perangkat lunak ini, Senayan layak direkomendasika untuk digunakan oleh perpustakaan seni yang belum memiliki perangkat lunak otomasi perpustakaan atau perpustakaan seni yang merasa perangkat lunak otomasi yang digunakan kinerjanya belum maksimal. Melalui tulisan ini penulis ingin berbagi pengetahuan tentang Senayan sebagai perangkat lunak otomasi dan berbagai argumentasi mengapa perangkat lunak ini layak digunakan oleh perpustakaan seni.

Pembahasan

Profil  Senayan.

Senayan merupakan salah satu Free Open Source Software berbasis web yang dapat digunakan sebagai perangkat lunak untuk membangun otomasi perpustakaan. Perangkat lunak berbasis web merupakan perangkat lunak yang sedang naik daun di dunia perpustakaan saat ini. Banyak perpustakaan yang telah menggunakan perangkat lunak jenis ini untuk membangun otomasi perpustakaan atau membangun perpustakaan digital. Beberapa contoh perpustakaan yang menggunakan perangkat lunak berbasis web antara lain Perpustakaan Universitas Indonesia[6], Perpustakaan di lingkungan Universitas Gadjah Mada[7], Perpustakaan Institut Teknologi Bandung[8], Universitas Brawijaya Malang[9], Perpustakaan Universitas Sumatera Utara[10], Perpustakaan Universitas Diponegoro[11] dan masih banyak lagi perpustakaan di Tanah Air yang menggunakan perangkat lunak berbasis web. Pemanfaatan perangkat lunak berbasis web oleh perpustakaan dimotivasi karena aplikasi jenis ini memungkinkan perpustakaan mendekatkan berbagai produk layanannya dengan pengguna perpustakaan. Dengan jenis perangkat lunak ini pengguna dapat mengakses layanan perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan karena pengguna dapat mengakses layanan yang disediakan perpustakaan melalui web atau portal perpustakaan. Dan jika melihat sistem informasi atau berbagai perangkat lunak yang digunakan saat ini oleh perpustakaan di Tanah Air, banyak perpustakaan yang menggunakan perangkat lunak berbasis web.

Senayan dikembangkan dengan menggunakan berbagai perangkat lunak open source. Berbagai perangkat lunak open source yang digunakan untuk mengembangkan Senayan sehingga menjadi sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan, dibedakan menjadi tiga jenis perangkat lunak yaitu perangkat lunak yang berfungsi sebagai web server, bahasa pemrograman dan database.  Ketiga perangkat lunak yang digunakan untuk membangun Senayan antara lain Apache sebagai web server, PHP  sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai database yang menyimpan transaksi data yang terjadi di Senayan. Perangkat lunak ini dibangun dengan menggunakan PHP sehingga kode sumber (source code) perangkat lunak ini bersifat terbuka. Kode sumber yang bersifat terbuka inilah yang memberikan peluang bagi pengguna untuk mengembangkan Senayan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Hal ini dimungkinkan karena PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter.

Senayan di produksi oleh Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional. Lebih spesifik lagi kelahiran perangkat lunak otomasi perpustakaan ini dibidani oleh Hendro Wicaksono, Arie Nugraha dan Wardiyono. Guna mendukung pengembangan Senayan kedepan, saat ini perangkat lunak otomasi perpustakaan ini memiliki komunitas pengembang yang tergabung dalam Senayan Developer Community (SDC)[12].

Perangkat lunak otomasi perpustakaan memiliki fungsi untuk mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan maka Senayan harus mampu mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Jika melihat menu-menu yang disediakan Senayan, perangkat lunak ini mampu menjalankan fungsi administrasi yang ada di perpustakaan. Kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, pemesanan koleksi, penyiangan, manajemen anggota, fasilitas pencetakan barcode (barcode koleksi dan anggota) serta berbagai jenis laporan. Senayan dapat membantu pihak manajemen untuk membuat kebijakan pengadaan atau sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan suatu kebijakan bagi perpustakaan. Semua kegiatan ini mungkin dilakukan dengan menggunakan menu-menu yang ada di Senayan. Berikut ini menu-menu yang disediakan Senayan, lengkap dengan penjelasan dari fungsi yang dimiliki setiap menu:

1.    OPAC

Ketika membuka atau mengoperasikan perangkat lunak ini, maka pertama kali pengguna  akan dibawa ke halaman depan perangkat lunak yang berfungsi sebagai OPAC (Online Public Access Catalog). OPAC merupakan menu atau fasilitas yang disediakan untuk pengguna atau pengunjung perpustakaan. OPAC berfungsi sebagai alat bantu bagi pengguna perpustakaan untuk menulusur koleksi yang dimiliki perpustakaan. OPAC sama maknanya dengan katalog online.

2.    Bibliography

Bibliografi merupakan menu yang digunakan untuk melakukan kegiatan pengelolahan koleksi perpustakaan. Melalui menu ini, pustakawan dapat melakukan kegiatan memasukkan data bibliografi koleksi, memasukkan nomor barcode koleksi, editing data bibliografi koleksi, cetak label koleksi, cetak barcode koleksi dan fasilitas impor dan ekspor data yang sangat bermanfaat dalam kegiatan backup dan migrasi data.

3.  Circulation

Circulation merupakan menu yang gunakan untuk melakukan kegiatan layanan sirkulasi seperti peminjaman, pengembalian, perpanjangan dan memesan koleksi yang sedang dipinjaman oleh penguna lain. Selain itu melalui menu ini pustakawan juga dapat menetapkan aturan peminjaman, sejarah peminjaman dan daftar anggota yang terlambat mengembalikan koleksi yang dipinjam.

4.    Membership

Membership merupakan menu yang digunakan untuk melakukan manajemen anggota perpustakaan. Melalui menu itu pustakawan dapat melakukan input data anggota, mengatur tipe anggota, cetak kartu anggota perpustakaan serta ekspor dan impor data anggota perpsutakaan.

5.    Master File

Master File merupakan menu yang digunakan untuk menajamen data master seperti data penerbit, pengarang, kota terbit dan subjek. Apabila pengguna Senayan telah mengisi data pengarang, penerbit, kota terbit dan subjek maka ketika pengguna tersebut memasukkan data bibliografi koleksi melalui bibliografi, pengguna tersebut tidak perlu mengetikan nama pengarang, subjek, penerbit dan kota terbit. Pengguna tersebut cukup memilih nama pengarang, penerbit, kota terbit atau subjek

6.  Stock Take

Stock take merupakan menu yang digunakan untuk melakukan kegiatan stock opname. Dengan menggunakan menu ini  pengelola perpustakaan berusaha untuk mencocokkan data koleksi yang ada di dalam database Senayan dengan kondisi riil koleksi di rak.

7.  System

Menu system merupakan menu yang disediakan oleh pengembangan Senayan untuk melakukan kegiatan mengaturan terhadap perangkat lunak secara umum. Dengan menfaatkan menu ini penggunakan dapat membubuhkan identitas perpustakaan, mengatur bahasa pengantar dan melakukan backup database Senayan.

8.      Reporting

Reporting merupakan menu yang menyediakan berbagai laporan terkait dengan aktivas perpustakaan dalam memanfaatkan Senayan sebagai perangkat lunak otomasi. Berbagai laporan yang disajikan dalam menu reporting antara lain adalah laporan jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan, laporan transaksi peminjaman, laporan anggota perpustakaan yang terlambat mengembalikan buku dan laporan pengunjung perpustakaan.

9.      Serial Control

Serial Control merupakan menu yang disediakan untuk melakukan kegiatan pengelolaan koleksi terbitan berkela.

10.  Union Catalog Server

Union Catalog Server merupakan fasilitas atau menu yang disediakan Senayan untuk membangun katalog induk antar pengguna Senayan.

11.  Counter Visitor

Counter Visitor merupakan menu atau fasilitas yang fungsinya sama dengan presensi. Dengan menu atau fasilitas ini pengelola perpustakaan dapat memantau jumlah pengunjung yang masuk ke dalam perpustakaan.

Sebagai perangkat lunak yang termasuk dalam kategori free open source software , Senayan berkembang sangat cepat. Sejak dirilis akhir tahun 2007 sampai dengan sekarang, perangkat lunak ini telah mencapai versi Senayan3-Stable14. Senayan3-Stable14 ini merupakan penyempurnaan dari Senayan-Senayan versi sebelumnya yang dirasa masih memiliki berbagai kekurangan. Perkembangan yang cepat ini tidak lepas dari kontribusi pengguna Senayan yang dengan senang hati akan memberikan laporan terkait dengan kelemahan atau kekurangan yang ada di Senayan. Dari laporan pengguna ini pengembang Senayan kemudian melakukan penyempurnaan. Para pengguna Senayan dapat berkomunikasi, memberikan laporan terkait dengan kelemahan yang ada di Senayan serta berbagi pengalaman dalam pemanfaatan Senayan melalui milist ics-isis@yahoogroups.com atau menu bugs and report yang tersedia di website resmi Senayan.

Keunggulan dan Kelemahan

Saat ini banyak free open source software yang dapat digunakan untuk membangun otomasi perpustakaan. Akan tetapi berbagai pengembang free open source software tidak memberikan garansi atas pemanfaatnya produk-produknya. Dengan kata lain apabila terdapat kekurangan terhadap perangkat lunak, pengembang free open source software tidak memberikan garansi untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Untuk itu sebelum memilih salah satu free open source software yang akan digunakan untuk membangun otomasi perpustakaan, perpustakaan perlu melakukan penilaian terhadap sebuah free open source software sebelum free open source software tersebut digunakan. Penilaian ini perlu dilakukan agar perpustakaan tidak salah pilih dan menyesal kemudian hari karena menggunakan free open source software yang memiliki banyak kelemahan atau kekurangan.

Berdasarkan pengamatan penulis perangkat lunak ini memiliki banyak nilai lebih atau keunggulan dan hanya sedikit kekurangan. Berbagai keunggulan yang dimiliki perangkat lunak ini adalah:

1.      Senayan dapat diperoleh dan digunakan secara gratis

Perangkat lunak merupakan salah satu komponen penting dalam implementasi otomasi perpustakaan. Sayangnya tidak semua perpustakaan mampu menyediakan perangkat lunak untuk otomasi perpustakaan. Hal ini disebabkan karena harga perangkat lunak otomasi sulit dijangkau oleh banyak perpustakaan di Tanah Air. Kehadiran Senayan sebagai salah satu perangkat lunak otomasi berbasis free open source software menjadi solusi terkait sulitnya dengan pengadaan perangkat lunak otomasi karena perangkat lunak ini dapat diperoleh secara gratis.

2.      Mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan

Menurut  Saffady sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan minimal memiliki fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi serta on-line public access catalog atau OPAC (Saffady dalam Anctil dan Bahesti, 2004: 4). Senayan tidak hanya menyediakan fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi dan OPAC. Senayan menyediakan fasilitas lain seperti manajemen keanggotaan, fasilitas untuk pengaturan perangkat lunak, cetak barcode (baik barcode anggota maupun barcode buku), penyiangan serta fasilitas laporan dan unggah koleksi digital.

3.      Senayan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman interpreter

Senayan dibangun dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman. PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter yang memungkinkan untuk dimodifikasi. Dengan demikian maka perpustakaan memungkinkan memodifikasi Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan.

4.      Senayan dikembangankan oleh sumber daya manusia lokal

Senayan dikembangan oleh sumber daya manusia lokal, atau dikembangkan oleh SDM bangsa Indonesia. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi perpustakaan dan pengguna Senayan. Keuntungan tersebut adalah Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan di Tanah Air dan pengguna Senayan dapat berkomunikasi dengan mudah dengan para pengembang Senayan jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan.

5.      Instalasi Mudah dilakukan

Sebagai perangkat lunak yang tergolong dalam jenis perangkat lunak berbasis web instalasi Senayan mudah dilakukan, baik itu untuk system operasi windows maupun system operasi linux.

6.      Mampu berjalan di sistem operasi linux maupun windows.

Windows ataupun linux merupakan dua sistem operasi yang familiar digunakan oleh perpustakaan di Indonesia. Senayan mampu berjalan stabil di dua sistem operasi tersebut. Dengan demikian maka perpustakaan pengguna sistem operasi windows maupun linux tidak perlu khawatir tidak dapat menggunakan Senayan karena tidak mampu berjalan disalah satu sistem operasi.

7.      Memiliki dokumentasi yang lengkap

Dokumentasi (modul dan manual) memiliki peranan penting dalam pengembangan sebuah perangkat lunak, termasuk free open source software . Eksistensi dokumentasi akan memudahkan pengguna atau calon pengguna dalam memperlajari sebuah perangkat lunak. Dengan dokumentasi yang lengkap pengguna atau calon pengguna Senayan dapat dengan mudah mempelajari Senayan.

8.       Memiliki prospek pengembangan yang jelas

Perkembangan Senayan terjadi sangat cepat dalam kurun waktu 2 tahun perangkat lunak it uterus memperbaiki diri. Perbaikan ini terlihat dari banyaknya versi yang telah dirilis ke publik. Kondisi ini mencerminkan bahwa perangkat lunak ini memiliki prospek pengembangan. Apabila perangkat lunak ini terus diperbaharui maka pengguna Senayan yang akan memperoleh manfaatnya dari perbaikan terhadap kelemahan serta fasilitas tambahan yang disediakan dalam versi Senayan terbaru.

9.      Memiliki forum komunikasi antara pengguna dan pengembang

Senayan menggunakan icsisis@yahoogroups.com sebagai forum komunikasi antar sesama pengguna Senayan atau pengembang Senayan. Keberadaan forum pengguna ini memungkinkan pengguna saling bertukar pengalaman terkait dengan pemanfaatan Senayan atau berkomunikasi dengan pengembangan jika mengalami kesulitan dalam pemanfaatan Senayan. Dengan demikian calon pengguna tidak perlu bingung kemana mereka berkonsultasi jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan, pengguna dapat berkonsultasi melalui milist ini.

Sedangkan kekurangan atau kelemahan dari Senayan sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan berbasis free open source software adalah:

1.      Kompatibilitas web browser

Untuk mengakses Senayan diperlukan web browser. Sayangnya tidak semua web browser mampu menjalankan aplikasi ini dengan sempurna. perangkat lunak ini merekomendasikan mozilla firefox sebagai web browser. Sehingga jika penggunakan web browser selain mozilla firefox mampu tampilan Senayan tidak akan muncul secara sempurna. Misalnya ada beberapa menu yang akan tertutupi oleh banner jika pengguna menggunakan internet eksplorer sebagai web browser. Namun jika hanya digunakan untuk mengakses OPAC (online public access catalog) semua web browser dapat digunakan.

Fasilitas Khusus Perpustakaan Seni

Paparan di atas telah menjelaskan tentang berbagai fasilitas yang disediakan Senayan serta kelebihan dan kelemahan perangkat lunak otomasi perpustakaan ini. Namun selain itu, menurut penulis ada berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk perpustakaan seni dan dapat dijadikan pertimbangan mengapa senayan layak direkomendasikan sebagai perangkat lunak otomasi untuk perpustakaan seni.

Dari pengamatan dan pengalaman yang penulis d selama menggunakan perangkat lunak ini, Senayan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan perpustakaan seni untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna perpustakaan. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:

1.      Fasilitas pengolahan koleksi gambar

Perpustakaan seni memiliki jenis koleksi yang lebih kompleks dibandingkan dengan jenis perpustakaan lain. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan seni adalah koleksi gambar. Dengan Senayan, perpustakaan seni dapat mengelola koleksi gambar dua dimensi (gambar, lukisan, poster) yang dimilikinya. Koleksi gambar dua dimensi yang dimungkinkan dikelola dengan Senayan meliputi koleksi gambar dua dimensi dalam format tercetak dan koleksi gambar dua dimensi dalam format digital.

2.      Fasilitas pengolahan koleksi audio

Jenis lain koleksi yang dimiliki perpustakaan bidang seni adalah koleksi audio. Koleksi audio tersebut dapat tersimpan dalam media kaset, compact disc (CD) atau digital compact disc (DVD). Koleksi audio yang tersimpan dalam media tersebut dapat dikelola dengan menggunakan Senayan. Selain itu melului perangkat lunak ini pengelola perpustakaan dapat mengolah koleksi audio dalam format digital seperti mp3 atau mp4. Data diskripsi bibliografi koleksi koleksi audio dalam format digital dimasukkan ke dalam database Senayan dan disertai unggah koleksi mp3 atau mp4 tersebut, apabila ini telah dilakukan maka pengguna perpustakaan dapat menelusur koleksi audio yang dibutuhkannya dan langsung dapat menikmati mp3 atau mp3 dari perangkat lunak ini.

3.      Fasilitas pengolahan koleksi audio visual

Selain koleksi gambar dan audio, perpustakaan bidang seni juga memiliki koleksi audio visual. Koleksi audio visual merupakan koleksi yang didalamnya terdapat unsure gambar bergerak dan suara. Contoh dari koleksi audio visual antara lain  adalah kaset video, video compact disc (VCD) atau di (DVD). Selain memungkinkan mengelola koleksi audio visual yang tersimpan dalam kaset video, VCD dan DVD, Senayan juga memungkinkan

4.      Fasilitas pengembangan katalog induk perpustakaan bidang seni

Fasilitas lainnya yang layak dijadikan pertimbangan bagi perpustakaan seni untuk memilih perangkat lunak ini adalah fasilitas UCS (Union Catalog Server) atau fasilitas untuk membangun katalog induk. Dengan fasilitas UCS, berbagai perpustakaan bidang seni dapat membangun katalog bersama-sama. Keuntungan dengan membangun katalog induk ini adalah anggota dari katalog induk ini dapat saling bertukar data bibliografi serta memudahkan pengguna perpustakaan menelusur koleksi dari banyak perpustakaan melalui satu pintu gerbang. Contoh dari implementasi katalog induk ini adalah Jaringan Perpustakaan Jogjakarta[13].

Penutup

Senayan saat ini merupakan salah free open source software yang dapat diperoleh dan digunakan secara gratis oleh perpustakaan. Namun sebagai free open source software yang dapat diperoleh dan digunakan gratis, Senayan tidak memberikan garansi atas pemanfaatnya. Kondisi ini menyebabkan perpustakaan tidak dapat menuntut pengembang perangkat lunak[14] jika perangkat lunak ini memiliki kekurangan atau ada beberapa fasilitas yang tidak berjalan sebagai mana mestinya. Untuk itu, agar perpustakaan tidak salah dalam memilih free open source software yang akan digunakan maka perpustakaan perlu memperoleh gambaran yang jelas tentang perangkat lunak sebelum memutuskan menggunakan sebuah free open source software.

Untuk memberikan gambaran tentang perangkat lunak ini, penulis berusaha menuliskan artikel ini. Melalui artikel ini penulis berusaha memberikan deskripsi tentang perangkat lunak Senayan, lebih spesifik lagi manfaatnya untuk perpustakaan seni. Artikel singkat ini akan menampilkan berbagai argumentasi mengapa Senayan layak sebagai digunakan oleh perpustakaan seni.

Daftar Pustaka

Hakim, Heri Abi Burachman. 2007. Evaluasi Kualitas OpenBiblio Sebagai Perangkat Lunak Otomasi Perpustakaan Berbasis Open source. Dalam Fihris, Volume 2, Nomor 1.

Lasa HS. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta, Kanisius

Pendit, Laxman Putu dkk. 2007. Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Yogyakarta, Sagung Seto.

Purwoko; Hakim, Heri Abi Burachman dan Surachman, Arif. 2006. “Kajian Awal Aplikasi Open source untuk Otomasi Perpustakaan: Studi Kasus X-igloo, OpenBiblio, Weblis, PhpMyLibrary. Dalam Fihris, Volume 1, Nomor 1.

Senayan Developer Community. Manual Senayan Versi Tiga: Berdasarkan Senayan3-Stable 8. Jakarta, Senayan Developer Community.

Vimal Kumar V. 2007. “Selection and Management of Open source Software in Libraries”. Dalam http://eprints.relis.org. tanggal 3 Maret 2007, Pukul 10.00

Wahono, Romi Satria. 2006. “Teknologi Informasi untuk Perpustakaan: Perpustakaan Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan”. Dalam www.ilmukomputer.com tanggal 27 Februari 2007, Pukul 09.00.


[1] Saat ini banyak tersedia web yang mengangkat isu-isu tentang agama seperti www.dudung.net atau banyak lembaga pendidikan agama yang membangun web lembagnya.

[2] Kumorotomo, Wahyudi dan Subandono Agus Margono. 1999. Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi Publik. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.

[4] Free Open Source Software merupakan perangkat lunak open source yang dapat digunakan secara gratis. Sedangkan open source sendiri merupakan perangkat lunak yang memiliki kode sumber terbuka sehingga dapat dimodifikasi oleh pengguna. Open Source dan Free Open Source Software memiliki prinsip dasar yang berbeda dalam proses pengadaannya,  Free Open Source Software dapat dipeoleh secara gratis sedangkan perangkat lunak open source tidak selama dapat diperoleh secara gratis, ada banya perangkat lunak open source yang mengharuskan pengguna mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan dan menggunakannya.

[5] Web streaming adalah fasilitas yang disediakan sebuah web site yang memungkinkkan seseorang melihat gambar, film atau mendengarkan musik langsung dari web tersebut.

[14] Pengembang Senayan tergabung dalam Senayan Developer Community


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: