Oleh: chobish | Maret 24, 2011

Pengolahan Koleksi Gambar Diam dengan Senayan


Pengolahan Koleksi Gambar Diam dengan Senayan

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Staf Perpustakaan Insititut Seni Indonesia Yogyakarta


Pendahuluan

Koleksi menjadi salah satu elemen penting dalam eksistensi perpustakaan di tengan-tengah masyarakat atau pengguna. Tanpa ketersediaan koleksi sebuah perpustakaan tidak akan pernah berdiri. Koleksi sebenarnya merupakan inti dari layanan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan. Perpustakaan menghimpun, mengolah dan kemudian menyajikan koleksi yang berisi informasi kepada pengguna perpustakaan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan informasinya pengguna mengakses perpustakaan dan perpustakaan mencoba menjembatani kebutuhan ini dengan mengimpun koleksi yang di dalamnya terekam informasi yang dibutuhkna pengguna perpustakaan.

Faktor koleksi dapat menjadi motivator bagi pengguna perpustakaan untuk mengakser atau tidak. Semakin lengkap dan berkualitas koleksi yang dimiliki Perpustakaan maka akan semakin memotivasi pengguna perpustakaan untuk mengakses dan memanfaatkan layanan yang disediakan perpustakaan.

Di lihat dari jenisnya, koleksi yang dimiliki perpustakaan beragam jenisnya. Secara garis besar koleksi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu tercetak dan non cetak[1]. Contoh koleksi tercetak seperti buku, majalah, gambar, poster, makalah, laporan penelitian dan koleksi dalam format tercetak lainnya. Sedangkan contoh koleksi non cetak adalah film, video, kaset.

Sesuai dengan judul di atas maka tulisan ini akan membatasi materi pada topik pengolahan koleksi gambar. Lebih spesifik lagi tulisan ini akan membahas bagaimana pengolahan koleksi gambar diam dengan memanfaat perangkat lunak Senayan[2] sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan. Penulis tertarik mengangkat topik tentang koleksi gambar karena kajian topic ini di Indonesia jumlahnya masih minim. Selain itu pengolah koleksi gambar juga unik dibandingkan dengan pengolahan koleksi tercetak lainnya seperti buku. Semoga dengan tulisan singkat ini dapat memberikan pemahaman tentang pengolahan koleksi gambar diam berbasis teknologi informasi.

 

Pembahasan

Gambar Diam.

Dalam dunia perpustakaan koleksi gambar dapat dibedakan menjadi koleksi gambar hidup dan gambar diam. Gambar diam adalah gambar dua dimensi yang merupakan representasi suatu objek. Contoh dari gambar diam antara lain lukisan, sketsa, foto, poster dan diagram. Sedangkan gambar bergerak adalah adalah gambar yang memiliki kemampuan untuk bergerap, baik yang dilengkapi dengan suara maupun tidak. Contoh dari gambar gerak adalah film atau video.

Sebagai bagian dari koleksi perpustakaan maka gambar diam perlu diolah sedemikian rupa agar dapat disajikan kepada pengguna perpustakaan secara cepat. Gambar diam perlu diolah seperti koleksi buku, terbitan berkala atau koleksi tercetak lainnya.

Khusus untuk perpustakaan tertentu seperti perpustakaan bidang seni, koleksi gambar perlu mendapatkan perhatian karena pengguna perpustakaan sangat membutuhkan referensi gambar. Melalui gambar yang dikelola oleh perpustakaan pengguna perpustakaan akan memperoleh inspirasi untuk menghasilkan karya seni berikutnya. Pengguna perpustakaan bidang seni tidak hanya membutuhkan referensi dalam format teks tetapi juga membutuhkan referensi dalam format gambar. Pengguna perpustakaan membutuhkan referensi gambar, poster, atau foto dari seniman atau fotografer ternama untuk memperoleh inspirasi. Pengguna perpustakaan bidang seni sering mengajukan pertanyaan apakah perpustakaan memiliki lukisan, gambar, atau foto dari seseorang. Untuk menjawab pertanyaan seperti perpustakaan perlu membangun sebuah mekanimse pengolahan yang mampu perjawab pertanyaan seperti ini dengan mudah.

Agar mampu mendesain layanan yang memungkinkan koleksi gambar dapat diakses dengan mudah serta mampu menjawab pertanyaan pengguna perpustakaan seputar koleksi gambar dengan cepat dan tepat maka pengelolaan berbasis teknologi informasi adalah solusinya. Penulis akan memanfaatkan salah satu produk teknologi informasi, yaitu perangkat lunak otomasi perpustakaan bernama Senayan atau dikenal juga dengan nama SLIMS (Senayan Library Management Systems) untuk mengelola berbagai koleksi gambar dua dimensi.

Gambar diam yang dapat dikelola oleh Senayan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gambar diam dalam format tercetak dan gambar diam dalam format tercetak. Gambar diam dalam format tercetak antara lain adalah lukisan, gambar tercetak, grafik dan poster dalam format tercetak. Sedangkan gambar diam dalam format digital dalam gambar dalam format-format file komputer seperti JPG, BMP, GIFF, TIFF dan format gambar lainnya.

Senayan dan fasilitas Pengelola Gambar

Senayan merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi open source[3] berbasis web yang dapat digunakan sebagai perangkat lunak untuk membangun otomasi perpustakaan.  Sebagai perangkat lunak berbasis web. Perangkat lunak berbasis web merupakan format perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan saat ini karena perangkat lunak jenis ini memungkinkan perpustakaan mendekatkan berbagai produk layanannya dengan pengguna perpustakaan. Dengan perangkat lunak berbasis web pengguna dapat mengakses layanan perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan karena pengguna dapat mengakses layanan yang disediakan perpustakaan melalui web atau portal perpustakaan. Jika melihat sistem informasi atau berbagai perangkat lunak yang digunakan saat ini oleh perpustakaan di Tanah Air, banyak perpustakaan yang menggunakan perangkat lunak berbasis web.

Senayan dapat digunakan untuk mengelola berbagai jenis koleksi perpustakaan, baik itu koleksi tercetak maupun non cetak. Terkait dengan kegiatan pengolahan koleksi gambar dua dimensi Senayan dapat digunakan untuk mengolah koleksi gambar dua dimensi dalam format tercetak maupun dalam format digital. Pengolahan koleksi gambar dua dimensi dalam format tercetak hampir sama dengan pengolahan koleksi buku atau koleksi tercetak lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada pemilihan GMD (General Material Description) dan jenis metadata yang harus dimasukkan pada halaman katalog baru[4].

Apabila perpustakaan memiliki koleksi gambar dua dimensi dalam format digital maka koleksi tersebut diolah dengan cara melampirkan gambar digital tersebut pada fasilitas lampiran file. Setelah file gambar digital tersebut dilampirkan dalam sebuah meta data gambar dua dimensi maka gambar digital tersebut dapat diakses secara online atau dengan menggunakan menggunakan komputer. Pengolahan koleksi gambar dalam format digital akan memudahkan pengguna untuk memperoleh visualisasi gambar secara langsung tanpa harus menemukan koleksi gambar dalam format tercetak terlebih dahulu.

Koleksi gambar dua dimensi dalam bentuk  digital tersimpan dalam berbagai jenis format. Format tersebut antara lain TIFF (Tagged Image File Format), JPEG (Joint Photographic Expert Group) atau dikenal dengan JPG, PNG (Portable Network Graphic), BMP (Bitmap Graphic). TIFF merupakan format gambar yang saat ini paling diandalkan untuk mempertahankan kualitas gambar, sedangkan JPEG dan GIF merupakan dua format gambar  yang sangat popular untuk keperluan internet[5]. Berbeda dengan JPEG, Gif dan TIFF, BMP merupakan format gambar tertua yang dikenal dari system operasi DOS (Disk Operating System) sampai dengan sistem operasi windows[6]. Namun dari berbagai format gambar digital ini, hanya JPG atau JPEG, PNG dan GIFF yang dapat dikelola oleh Senayan. Untuk itu, jika perpustakaan ingin mengelola gambar dua dimensi dalam format digital dengan menggunakan Senayan maka format gambar yang digunakan harus dalam format JPG, JPEG, PNG dan GIFF. Dengan katalain jika perpustakaan memiliki format gambar digital selain format ini maka format tersebut harus dikonversi terlebih dahulu.

 

Penutup

Senayan merupakan salah perangkat lunak otomasi perpustakaan berbasis open source yang dapat digunakan secara gratis oleh perpustakaan. Perpustakaan dapat mengunduh perangkat lunak ini pada situs resminya di www.senayan.diknas.go.id dan melakukan instalasi secara mandiri dengan bantuan manual yang juga tersedia di situs resmi perangkat lunak ini.

Perangkat lunak ini didesain mampu mengelola berbagai jenis koleksi yang ada di perpustakaan baik dalam format tercetak maupun dalam format digital. Salah satu jenis koleksi yang dapat dikelola oleh Senayan adalah koleksi gambar dua dimensi. Gambar dua dimensi yang mungkin dikelola dengan Senayan adalah koleksi gambar dalam format digital maupun tercetak.

Pengelolaan gambar dua dimensi dalam format tercetak cetak dengan Senayan memungkinkan pengguna menemukan gambar tercetak dengan cepat dan tepat Sedangkan pengelolaan gambar dua dimensi dalam format digital memungkin pengguna menelusur koleksi digital yang dimiliki dengan cepat dan melihat koleksi tersebut secara langsung melalui fasilitas web streaming[7] yang disediakan oleh Senayan.

Daftar Pustaka

Senayan Developer Community. Manual Senayan Versi Tiga: Berdasarkan Senayan3-Stable 8. Jakarta, Senayan Developer Community

Yulia, Yuyun dan Sujana, Janti Gristinawati. 2008.  Pengambangan Koleksi. Jakarta; Universitas Terbuka.

 

Yudhanto, Yudha. 2007. Mengenal Format Gambar . diakses melalui http://ictcenter-purwodadi.net/pustakamaya/files/disk1/3/ict-100-1001–yudhayudha-121-1-yudho-me-r.pdf?PHPSESSID=784f2e0639a442ce46edba7f88db34a7. pada 24 Agustus 2010, Pukul 11.45 WIB

 

http://senayan.diknas.go.id

 

http://total.or.id/info.php?kk=Web%20Streaming

 

 

 

 

 

 

 


[1] Yulia, Yuyun dan Sujana, Janti Gristinawati. 2008.  Pengambangan Koleksi. Jakarta; Universitas Terbuka.

 

[3] Silahkan akses www.sourceforge.net untuk mengetahui berbagai perangkat lunak open source yang dapat diperoleh dan digunakan secara gratis oleh perpustakaan.

 

[4] Halaman katalog baru merupakan halaman yang digunakan untuk memasukkan data bibliografi koleksi.

 

[5] Pendit, Laxman Putu. 2007. Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Sagung Seto dan Perpustakaan Universitas Indonesia, Jakarta.  Hal. 85

 

[6] Yudhanto, Yudha. 2007. Mengenal Format Gambar . diakses melalui http://ictcenter purwodadi.net/pustakamaya/files/disk1/3/ict-100-1001–yudhayudha-121-1-yudho-mer.pdf?PHPSESSID=784f2e0639a442ce46edba7f88db34a7. pada 24 Agustus 2010, Pukul 11.45 WIB

 

[7] Web streaming adalah fasilitas yang disediakan sebuah web site yang memungkinkkan seseorang melihat gambar, film atau mendengarkan musik langsung dari web tersebut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: