Oleh: chobish | Desember 2, 2013

Zakat untuk Pengembangan Perpustakaan


Zakat untuk Pengembangan Perpustakaan

Oleh

Heri Abi Burachman Hakim

Perpustakaan Intitut Seni Indonesia Yogyakarta

Saat ini telah banyak orang yang mengerti arti penting serta manfaat dari membaca. Dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi dan memperoleh pengetahuan baru. Melihat manfaat dari membaca, masyarakat mulai melakukan pembinaan minat baca. Pembinaan minat baca itu dilakukan mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa.  Pembinaan minat baca ini, diharapkan mampu menghasilkan budaya baca. Dengan budaya baca masyarakat maka akan membawa bangsa menjadi bangsa yang cerdas dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Salah satu lembaga pembina minat baca adalah perpustakaan. Perpustakaan melalui berbagai koleksi yang dihimpunnya dapat berfungsi sebagai lembaga pembina minat baca masyarakat. Minat baca sangat ditentukan oleh faktor ketersediaan bahan bacaan. Seseorang tidak akan membaca tanpa tersedianya bahan bacaan. Di sinilah fungsi strategis perpustakaan dalam pembinaan minat baca masyarakat yaitu sebagai lembaga yang menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat secara Cuma-Cuma.  Pembinaan minat baca sering terhambat karena faktor ketersediaan bahan bacaan dan perpustakaan merupakan solusinya.

Namun sayangnya, masih banyak perpustakaan di Tanah Air yang tidak memerankan fungsinya secara maksimal. Hal ini disebabkan karena jumlah koleksi yang tidak memadai, koleksi yang tidak update, keterbatasan sarana dan prasarana.  Selain itu jumlah perpustakaan saat ini, bukan jumlah ideal untuk melayani masyarakat Indonesai, baik itu perpustakaan umum maupun perpustakaan di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Kondisi atau permasalah ini terjadi karena masalah klasik yang dihadapi bangsa ini yaitu masalah keterbatasan dana.

Permasalah ini harus segera dicarikan solusinya. Solusi diperlukan agar perpustakaan mampu menjadi lembaga yang ideal bagi pembinaan minat baca masyarakat. Apabila perpustakaan mampu memerankan fungsinya dengan baik maka minat baca masyarakat akan meningkat. Peningkatan minat baca akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia dan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Lalu solusi konkret seperti apa untuk mengatasi masalah keterbatasan dana bagi pengembangan perpustakaan? Apakah penyelesaian permasalahannya ini hanya dibebankan kepada pemerintah? Tanggung jawab penyelesaian permasalahan ini sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun jika dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah mungkin penyelesaian permasalahan ini akan memakan waktu lama karena perpustakaan menjadi prioritas ke sekian dalam berbagai pembangun yang dilakukan. Cara yang lebih efektif untuk mengatasai keterbasan dana ini adalah dengan melibatkan masyarakat. Sudah selayaknya masyarakat sebagai pengguna perpustakaan diposisikan sebagai subjek dalam pengembangan perpustakaan dan tidak hanya difungsikan sebagai objek pelayanan perpustakaan.

Salah satu bentuk usaha melibatkan masyarakat dalam membantu mengatasi masalah keterbatasan dana bagi pengembangan perpustakaan adalah pemanfaatan dana zakat masyarakat. Sebagain besar agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia adalah agama islam. Dalam ajaran islam dikenal istilah zakat. Zakat dapat dimanfaatkan bagi pembangunan perpustakaan. Sebagian dari dana zakat yang terkumpul dapat dimanfaatkan bagi pengembangan perpustakaan.

Dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 disebutkan Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Harta yang wajib dizakati antara lain hasil pendapatan, emas, perak, uang, perdagangan, perusahaan, hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan hasil peternakan. Melalui zakat ini, kaum muslim atau orang islam berusaha untuk membersihkan dirinya dan hartanya. Hasil dari pengumpulan dana dari zakat ini kemudian dikembalikan ke masyarakat untuk didayagunakan sehingga mampu memperbaiki taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat. Zakat merupakan salah satu ajaran islam yang mengajarkan orang muslim untuk berempati kepada lingkungan sekitar. Zakat berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Dalam usaha meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat zakat dimanfaatkan dalam berbagai macam bentuk. Bentuk pemanfaatan zakat diantara lain diserahkan langsung kepada masyarakat yang berhak dalam bentuk materi, pemberiaan beasiswa, perbaikan fasilitas pendidikan atau pemberiaan modal bagi pengembangan usaha bersama masyarakat. Bentuk lain dari pemanfaatan zakat yang perlu diperhitungkan adalah bagaimana kemudian zakat dimanfaatkan sebagai sumber dana bagi pengembangan perpustakaan.

Zakat yang terkumpul sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membangun atau pengembangan perpustakaan. Zakat untuk pengembangan perpustakaan atau untuk membangun perpustakaan dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan atau pendayagunaan zakat karena berbagai alasan. Alasan tersebut antara lain pertama, perpustakaan menyediakan bahan bacaan yang mengandung pengetahuan praktis (misalnya buku tentang bercocok tanam, memperbaiki kendaraan bermotor dan pengetahuan praktis lainnya) yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk membangun usaha. Kedua, Perpustakaan tersimpan berbagai koleksi yang apabila dibaca oleh masyarakat maka akan menambahkan wawasan pembaca sehingga dapat meningkatkan status ekonomi atau sosial seseorang di masyarakat. Ketiga, Perpustakaan melalui koleksi yang dimilikinya dapat mendukung anggota masyarakat yang berstatus sebagai pelajar untuk meningkatkan prestasi akademiknya.

Jika melihat berbagai alasan serta arti penting perpustakaan tersebut maka sudah selayaknya jika jumlah serta kualitas perpustakaan perlu ditingkatkan. Berbicara masalah peningkatan jumlah dan kualitas perpustakaan tidak dapat dilepaskan dari masalah dana. Salah satu sumber dana yang dapat dimanfaatkan adalah zakat masyarakat. Zakat yang dikumpulkan dari masyarakat dapat dimanfaatkan untuk pendanaan perpustakaan. Dengan pemanfaatan zakat untuk pengembangan dan menambah jumlah perpustakaan maka pengembangan perpustakaan di Tanah Air tidak perlu bergantung kepada pemerintah. Dengan demikian maka pengembangan perpustakaan di Tanah Air akan lebih cepat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: